Chelsea memaksakan senyum sebelum masuk ke rumahnya. Ia keluar dari mobil begitu dirasanya sudah bisa menampilkan senyum terbaik yang ia punya. Ia tak boleh menceritakan pada siapapun tentang Angga yang ternyata adalah pimpinan di perusahaan tempatnya bekerja. Ia tak ingin membuat semua orang yang disayanginya menjadi khawatir. Chelsea membuka pintu rumah dan menemukan Bi Lisa tengah duduk di ruang keluarga. Wanita tua itu tersenyum hangat menyambut kepulangan Chelsea. Chelsea mengecup pipi Bi Lisa, lalu merebahkan kepalanya di pangkuan wanita tua itu. Bi Lisa sedikit terkejut melihat sikap Chelsea, namun sedetik kemudian tangannya mengusap-usap puncak kepala Chelsea. “Capek banget ya, Non?” Chelsea mengangguk pelan. “Jadi orang baru itu memang nggak pernah enak.” Bi Lisa tersenyum men

