Semalaman Chelsea menangis, hingga pagi ini ia harus mengaplikasikan make up yang lebih tebal di bagian bawah mata, guna menutupi mata sembabnya. Ia tersenyum menatap pantulan dirinya. Setelah pesan singkat dari Angga, lelaki itu tak lagi menghubunginya. Chelsea segera keluar dari kamar, begitu yakin topeng kebahagiaannya sudah terpasang dengan baik dan riasan mampu menutupi semua kepiluan yang ia coba sembunyikan. Bi Lisa menyambutnya hangat seperti biasa, Chelsea menghampiri wanita tua itu dan mereka menyantap sarapan dengan semangat. Bercerita tentang rencana masing-masing. Chelsea segera pergi meninggalkan rumah begitu menghabiskan sarapannya. Bi Lisa tak lupa membawakan Chelsea kotak bekal, wanita itu tak mau Chelsea malas makan hingga setahun belakangan ia selalu membawakan Chelsea

