Jam makan siang akhirnya tiba, mereka semua menyandarkan punggung, baru bisa merasakan sedikit lega karna pekerjaan mereka sudah hampir selesai dan semuanya bisa sedikti bernapas karna akan segera terbebas dari pantauan Angga. Bekerja diawasi langsung oleh petinggi perusahan bukanlah hal yang orang-orang inginkan, tersiksa. “Ayok, kita semua makan siang. Saya yang traktir,” ucap Angga saat melihat ketiga orang yang berada di ruangan itu berdiri dan hendak beranjak pergi. Mereka bertiga membeku sesaat, lalu saling melempar pandang. Berbicara tanpa suara untuk menolak permintaan Angga. Ingin rasanya mereka terbebas walau hanya untuk sejam lamanya. Biarlah nanti mereka kembali tersiksa, jika sekarang bisa dibiarkan tenang sedikit. “Kami udah ada rencana, Pak,” ucap Chelsea yang mengerti ji

