Chelsea berlari pelan ke arah wanita tua yang tengah menyapu halaman rumah, ia memeluk wanita itu dan memamerkan senyum terbaiknya. Wanita itu melepas sapu yang semula berada di tangannya dan membalas pelukan Chelsea. Hanya di dalam pelukan wanita itu Chelsea merasa nyaman, satu-satunya keluarga yang ia miliki. Sejujurnya, Chelsea tak sebatang kara. Sanak saudara dari pihak ayah dan ibunya masih banyak yang hidup, bahkan berkecupukan. Akan tetapi saat ayahnya meninggal dunia, tak ada yang berani mendekatinya, takut-takut uang mereka akan dihabiskan oleh Chelsea. Yang tadinya selalu tampak ramah dan mendekat, mendadak jauh. Hanya Bi Lisa yang mengulurkan tangannya pada Chelsea, merangkul pundak lemah wanita itu. Oleh karena itu, Chelsea ak mempunyai keluarga lain selain wanita tua yang mel

