"Menyedihkan, saat aku hanya bisa menyentuhmu dengan doa." *** Sebenernya SCELUS itu gampang banget ditebak, ya 'kan? *** ARJUNA menatap ruangan putih di sekitarnya dengan diam. Matanya jatuh pada sesosok wanita yang tengah berdiri di samping brankar seraya mengupas sebuah apel. "Ma ... ma?" Lirih Arjuna pelan. Wanita itu terkejut, langsung menoleh ke arah suara. Kemudian mendapati putranya sudah terbangun. "Juna udah sadar! Buruan panggilin dokter, Pah!" teriak Anerine-Ibu Arjuna. Laki-laki yang tadinya sedang duduk santai seraya membaca koran, kini beranjak dari posisinya untuk mencari dokter. Sedangkan cowok yang baru saja bangun dari tidur panjangnya itu, kini menatap bingung. "Apa yang sakit, Nak?" tanya Anerine seraya mengelus lembut kepala Arjuna. Arjuna diam, merasakan

