"Sikapnya begitu sederhana, namun mampu membuatku berdebar. Sungguh, rasa ini kurang ajar. Semakin tumbuh hingga ku rasa melebihi batas wajar." ** Selamat membaca! "KENAPA gue harus mau jadi temen lo?" tanya Dewa. Starla menghendikan bahunya. "Nggak harus, sih. Kalau lo nggak mau-" "Mau." "Hah?" "Nggak usah hah-hah, mulut lo bau mie." "Nggak tahu diri," kesal Starla. "Udah, ah. Ayo gue anter pulang," ajak Dewa. ** Motor Dewa telah sampai di halaman rumah Starla. Gadis itu turun, dengan tidak santai. "Lo jadi cewek kenapa nggak ada lembut-lembutnya, sih?" tanya Dewa, heran. Bukannya membalas, Starla malah menepuk jidatnya sendiri. "Astaga, Wa. Tas gue kan masih di kelas!" ucap Starla. Ia baru ingat, barang-barangnya tertinggal di kelas karena ia tadi langsung ke rumah sakit. "

