Senyum Ryan mengembang. Ia tak peduli Nick juga menaruh embrio pada pada sel telur Riska lainnya, yang pasti wanita itu bisa mengandung anaknya apalagi anak yang sejak dulu ia dambakan. Anak dari wanita yang menjadi cinta pertama dan masih ia cintai. Sebuah cita-cita yang ia impikan sejak dulu dan kini...ia akan memilikinya. "Kapan kita berangkat kesana? Aku akan menyiapkan apartemenku yang ada di sana. Bagaimana?" Ryan menjadi antusias mendengar kabar baik itu, tak terkira kebahagian yang ia rasakan sekarang walau tahu Laura mungkin sedikit kecewa tapi ia yakin Laura bisa mengasuh anak itu selayaknya anak sendiri. Laura yang mendengar, tersenyum lebar, berbesar hati menerima takdir jika pada akhirnya suaminya mendapatkan anak dari wanita yang pernah membuat suaminya bahagia dan luka di

