Chelsea dan rekan kerjanya pun kembali kerja seperti semula setelah berkelitikan sehingga menganggu teman-teman lainnya yang juga sedang fokus bekerja.
Ketika di malam hari saat Chelsea sudah pulang dan menunggu jemputan hari ini yang ternyata Ayahnya terkena macet dan sudah mengirim pesan ke dirinya agar menunggu sebentar lagi.
Teman-teman rekan kerja yang melihat Chelsea belum di jemput pun ikut menunggu Chelsea sampai di jemput oleh ayahnya.
"Hai kenapa belum pulang Chelsea?" Tanya satu rekan kerjanya dengan rombongan yang sudah mengendarai motor dan berhenti saat melihat Chelsea yang berdiri di lobbi tepatnya di depan pintu gerbang tempat kerja.
"Iya, Ayah ku tadi mengabari ku bahwa dia telat menjemput ku karena macet di perjalanan he-he-he.... Ngomong-ngomong kalian pulang saja biar bisa cepat istirahat." Ujar Chelsea dengan senyuman.
Begitu baiknya rekan-rekan kerja Chelsea yang awalnya hanya satu orang yang berinisiatif menunggunya dijemput tetapi beberapa rekan-rekan lainnya juga ikut menunggu yang membuat kesekian kalinya merasa bahwa sangat bersyukur, memiliki mereka semua di kehidupan nya.
"Aku nungguin kamu ya." Kata satu rekan kerja yang di ikuti dengan beberapa rekan kerja lainnya.
"Wah teman-teman kalian baik sekali, aku terharu..." Ucap Chelseaheila yang menyamperin mereka dan memeluk mereka.
Tidak lama setelah mereka haru berpelukan, Ayah pun sampai dan segera membawa Chelsea pulang ke rumah agar bisa cepat istirahat.
"Oh itu aku sudah di jemput... Terimakasih teman-teman semua kalian hati-hati ya pulangnya." Melepas pelukan dan melambaikan tangan dengan senyuman terus berlari ke ayah dan segera pulang.
Dirumah, ibu yang sedang menyiapkan banyak sekali makanan sehat yang hari ini ibu buat karena sisa sayur dan buah yang berlimpah membuat nya ter-idekan untuk membuat 2 jenis salad yaitu salad sayur dan buah dengan bermacam-macam saus mayones dan keju yang berbeda-beda pula sehingga menghasilkan beberapa varian salad dengan berbagai saus dan keju.
Hingga membuat Chelsea dan Ayah begitu terkejud ketika baru pulang, masuk ke rumah dan melihat di meja makan sudah ada berbagai salad yang lebih menyenangkan nya lagi dengan keadaan dingin. Betapa girangnya Chelsea sampai langsung duduk menikmati salad buatan ibu yang sudah lama tidak di rasakan oleh Chelsea yang biasanya hanya memasak lauk pauk dan sekarang ibu kembali membuat salad yang sudah lama tidak di buat oleh ibu.
"Wah!... Ibu apa ini." Girangnya Chelsea menatap dengan melotot ke arah salad.
"Salad he-he-he gimana senang gak, sudah lama kan ibu gak bikin salad he-he-he..." Ujar Ibu yang berdiri di sebelah Chelsea sambil mengelus rambut Chelsea.
"Ah ibu, tau aja Ayah pengen ini he-he-he." Gurau Ayah ke Ibu.
"Ge-er ayah mah he-he-he ini itu buat anak kesayangan ibu bukan ayah." Lemparan gurauan oleh ibu.
" Anak ibu kan anak ayah juga..." Ayah sambil duduk di sebelah kanan Chelsea dan langsung mengambil salah satu salad dan di ikuti dengan Chelsea yang juga ikut duduk dan mengambil salad.
Chelsea yang sudah fokus hanya pada saladnya membuatnya tidak perduli keberisikan di sekitar dan di dekatnya.
Memakan salad dengan penuh lahap membuat ibu dan ayah merasa senang karena anaknya sesuka itu dengan salad yang merupakan juga makanan sehat. Jarang anak di zaman sekarang bisa sesuka itu dengan salad terutama salad sayur.
"Hm enak banget bu!..." Ucap Chelsea sambil kesenagan meng-joget kan diri sambil makan salad.
"Syukurlah nak kamu suka, karena sekarang ibu dengar-dengar banyak anak yang tidak seperti dulu yang suka makan sayur ehh ternyata... Anak ibu suka." Ucap Ibu mengelus kepala anaknya yang sedang duduk menikmati salad.
"Iya benar bu, anak zaman sekarang sulit makan sayur banyak sekali cerita seperti itu yang ayah dengar dari teman-teman Ayah juga." Ujar ayah yang duduk di sebelah Chelsea sambil ikut makan salad juga.
Dengan hanya ekspresi tersenyum sumwringah Chelsea merepon pujian kedua orang tuanya dan lahap memakan salad buatan ibu yang enak tersebut. Bukan hanya buah yang di makan melainkan sayur juga habis di lahapnya hingga beberapa cup, sehingga membuatnya kenyang sebelum memakan nasi.
"Aduh enak banget ini, kapan-kapan buat lagi ya bu he-he-he..." Ujar Chelsea kekenyangan.
"Iya nak, nanti ya kapan-kapan he-he-he." Ujar Ibu cengengesan.
"Kenapa Cengengesan bu, yang konsisten dong jawabnya iyakan nak?" Gurau ayah kepada ibu.
"Takutnya kalau Ibu seriusin malah nanti gak jadi-jadi buat, tidak sempat-sempat nanti jadi kita bawa jangan terlalu serius aja pamali he-he-he." Jawaban Ibu membuat Chelsea dan Ayah terngakak-ngakak karena menyebut bahwa serius jika menanggapi itu adalah pamali.
Ibu yang sudah tau bahwa jawabannya tidak masuk akan pun akhirnya ikut ter-ngakak, karena ibu sengaja membuat lelucon seperti itu agar suami dan anaknya tertawa.
"Ha-ha-ha Ibu tau kalian menertawakan Ibu karena Pamali itu, dan ibu juga sebenarnya tau itu tidak masuk akal he-he-he hanya saja ibu sengaja membuat kalian tertawa." Ujar Ibu.
"Oh ku kira benaran Ibu tidak sengaja atau ibu tidak tau tentang pamali." Chelsea yang masih tertawa sedikit.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 08.01 malam. Maka Chelsea dan Ayah yang baru pulang dan selesai makan salad pun segera mandi karena Chelsea yang masih takut karena ingat beberapa hari lalu Ayah pernah menyebut Hantu sehingga membuatnya masih suka terbayang-bayang. Sehingga membuatnya ingin duluan mandi sebelum semakin malam sekali dan Ayah pun mengalah pada Chelsea.
"Ayah, Chelsea duluan mandi ya yah?" Dengan muka tersenyum seperti ada maunya.
"Iya nak mandilah duluan..." Kata Ayah yang tau anaknya masih ketakutan.
"Ibu gak temenin lagi yah, he-he-he." Ucap Ibu yang membuat Chelsea pasrah dan dengan cepat nya dia mandi sehingga kedua orang tuanya mengira dia mandi tidak bersih atau mandi bebek.
Chelsea tidak menghiraukan perkataan orang tuanya yang mengira dirinya mandi tidak bersih karena cepat sekali dan dia hanya segera naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya untuk segera memakai pakian tidur dan segera keluar kembali menjemur handuk dan naik lagi ke lantai dua lalu masuk kamar dan berbaring sampai akhirnya tertidur dengan sendirinya.
Ibu dan Ayah yang di tengah malan masih kepengen makan salad pun langsung di habiskan oleh mereka berdua tanpa sisa sehingga saat pagi ketika Chelsea ingin sarapan, ternyata kulkas sudah kosong hanya tersisa air dingin, telur, batu es, cabe, dan sisa keju di kulkas yang membuat Chelsea menjadi tidak semangat karena ternyata diri nya masih ingin memakan salad yang ternyata sudah di habiskan oleh kedua orang tua nya semalam.
Dengan amarah yang terpendam dan ekspresi wajah marah, Ibu dan ayah pun bertanya ketika dia sedang duduk menyenderkan dagunya di tangan tepatnya di atas meja makan.
"Kenapa nak? Kok masam gitu..." Tanya Ayah yang tidak tau Chelsea kenapa.
"Ngak!" Dengan nada sedikit judes.
"Chelsea... Di tanya ayah baik-baik loh jawab yang baik juga dong ya tolong." Ujar Ibu yang sedang bersiap-siap untuk berbelanja di pasar.
"Ngak, kan sudah di bilang tadi kenapa sih!.." Chelsea yang sepertinya tidak ingin berbicara dengan kedua orang tuanya.
"Ya sudah, makan itu sarapannya sudah Ibu buat setelah itu pergi kerja." Ujar Ibu yang sudah berjalan keluar.
Tanpa menjawab apapun dan dengan posisi yang masih sama, ayah pun menyuruh nya juga untuk segera sarapan dan secepat nya berangkat kerja.
"Ayo dong nak di makan sarapan nya nanti kamu kambuh lagi, pingsan lagi gimana?" Tegas Ayah yang keheranan melihat Chelsea yang berbeda hari ini.
"Hari ini tidak mau sarapan dan Chelsea pergi sendiri pakai motor." Setelah berbicara seperti ini dia pun langsung berangkat padahal ayahnya masih sedang berbicara kepadanya.
Sampai ketika sudah siang hari saat istirahat ibu menelepon Chelsea. "Kamu kenapa nak hari ini kok pemarah?"
"Kenapa salad yang ibu bikin tidak tersisa satu pun di kulkas bukannya masih banyak ya pas yang Chelsea makan semalam." Ujar Chelsea masih dengan keadaan hati yang masih sedikit marah.
"Ya ampun nak maaf ya, sudah ibu dan ayah habiskan nanti sebagai gantinya ibu beliin kamu salad buah yang jumbo khusus buat kamu bentar lagi ibu kirim ya untuk kamu makan istirahat." Jawab Ibu dan merasa bersalah.
"Hm sudah ku duga, oke boleh jadi tidak usah bekal nasi lagi ya biar Chelsea makan salad saja..." Ujar Chelsea sambil sedikit membaik karena sudah akan di ganti dengan salad yang lebih besar porsinya oleh Ibu.
Dengan yang tadinya loyo, pendiam, dan sepertinya sangat murung malah sekarang beralih menjadi lebih baik dari segi ekspresi terutama yang sangat kelihatan. Sekarang Chelsea menjadi tidak sabaran menunggu gojek yang di pesan ibu untuk mengantar salad ku yang tentunya sangat ku tunggu-tunggu.
Detik perdetik, menit permenit terus berjalan yang karena sangat di tunggu membuat terasa sangat lama. Sampai ketika dirinya sudah sangat benar-benar tidak tahan untuk menunggu salad akhirnya benar saja, gojek pun sampai di tempat kerjanya.
"Chelsea salad mu..." Teriak teman kerja yang sedang di luar dan menerima salad dari gojek yang di kirim oleh Ibu Chelsea.
Dengan sangat cepat dia langsung berlari mengambil salad nya dan langsung berlari masuk kembali sambil berterimakasih ke temannya yang tadi menerima saladnya.
"Terimakasih cantik." Sambil berlari masuk.
'Ahh akhirnya salad ku!..' berbicara sendiri sambil membuka tutup saladnya dan mencium-cium aroma keju dan mayones yang begitu berlimpah dan buah segar yang sangat berwarna sehingga membuat ya langsung mengambil sendok yang di dapat di cup salad dan tanpa basa basi dan berlama-lama se-sendok besar cedokan salad pun langsung di lahapnya sampai pipinya penuh, 'Astaga enak banget! Hm... Nyam nyam nyam.' berbicara sambil mengunyah dan merasakan nikmatnya salad enak yang di santapnya sehingga tidak bisa berkata-kata dan datanglah beberapa rekan kerja yang juga ingin mencicipinya. Karena teman rekan kerja tau bahwa Chelsea masih dalam pemulihan maka mereka hanya makan sedikit dan membiarkan Chelsea menikmati semua salad yang berlimpah itu.
"Wah enak banget nih, bagi dong..."
"Ini ambil lah kalian, silahkan cicipi he-he-he."
"Iya enak banget, okeh deh makasih yah." Dan Rekan kerja pun langsung pergi dan perlahan beberapa rekan kerja lainnya yang ikut mencicipi pun juga pergi.
Dengan heran Chelsea sedikit lebih lama berfikir kenapa tumben sekali teman-teman nya hanya benar-benar mengambil sedikit, biasanya bilang sedikit tetapi makan nya sepiring-sepiring semua.
Tanpa berfikir panjang Chelsea kembali melanjutkan makan makanan enaknya tersebut hingga tersisa sedikit dan jam istirahat masuk sudah berbunyi akhirnya terpaksa akan di bawa pulang sisa salad tersebut ya walau masih terasa sanggup untuk menghabiskan tetapi perut telah menolak karena sudah kembung, kenyang, dan membesar seperti hamil 3 bulan dan tentunya sudah tidak sanggup berdiri dan melakukan banyak gerakan untuk duduk, menyandar, berdiri, berjalan lagi karena efek kekenyangan tersebut.
Tidak lama setelah masuk istirahat. Chelsea pun mendapat pesan dari ibu melalui w******p. "Gimana suka gak saladnya he-he-he suka sih ya pasti, maaf ya nak sekali lagi ibu dan ayah juga keenakan menikmati salad semalam tiba-tiba kelaparan juga jadi habis deh dan ibu dan ayah juga benar-benar tidak tau bahwa besok paginya kamu masih mau makan maaf ya nak sekali lagi."
"Iya bu, maaf juga hari ini sikapku kurang baik kepada kalian, karena aku sudah tidak bisa menahan rasa kesal ku ketika melihat keadaan isi dalam kulkas yang benar-benar sudah tidak ada satu pun salad yang tersisa." Balas Chelsea selang 1 menit ibunya mengirim pesan.
Setelah 10 menit kemudian ibu membalas kembali pesan Chelsea.
"Okey karena ibu sudah tau, jadi lain kali ibu jamin tidak akan terjadi lagi hal seperti ini."
Selang 3 menit kemudia Chelsea membalas w******p Ibu.
"Iya bu makasih ya, he-he-he... Yasudah Chelse kerja dulu ya bu sampai jumpa nanti malam di rumah." Balas Chelsea setelah itu kembali fokus bekerja.
Ibu yang mengetahui alasan marahnya Chelsea pun memberitahu kan ke pada suaminya juga melalui pesan w******p.
"Ayah tadi siang ibu ada menelpon Chelsea guna menanyakan perihal marahnya pagi tadi rupanya memang penyebab nya adalah kita. Karena menghabiskan salad yang ternyata juga masih ingin di makan oleh Chelsea di pagi ini dan aku sudah meminta maaf dan membelikan salad jumbo sebagai gantinya, betapa senangnya dia menerima salad tersebut."
Selang 2 jam kemudian baru di balas oleh suaminya.
"Aduh benarkah? Aku juga merasa bersalah kenapa tidak ku sisihkan satu salad untuknya semalam." Jawab Ayah.
"Sudah nanti malam kamu minta maaf saja ya, walaupun kita status adalah orang tua yang siapa pun tau bahwa orang tua harus di hormati dan anak harus tunduk dan mintaf maaf ketika melakukan kesalahan tetapi menurut ku kita sebagai orang tua juga harus memberi contoh baik bahwa kita sebagai orang tua jika salah juga patut meminta maaf ke pada anak." Balas ibu selang 10 menit suaminya menjawab pesan w******p nya.
Setelah 20 menit kemudian ayah membalas pesan ibu.
"Benar kata mu aku sangat setuju, karena pasti sangat menyakitkan bagi seorang anak melihat orang tua yang menuntut anaknya terus berbuat baik dan meminta maaf selalu. Tetapi orang tuanya malah tidak memberi contoh minta maaf serta terimakasih kepada anaknya, pasti sangat menyakitkan di pikir-pikir jika kita menjadi orang tua ego yang tidak bisa mengalah dan menempatkan posisi kita."