Di dalam ruang rawatnya, Felix tak bisa merasa tenang sedikitpun. Jarum jam yang terus berputar semakin membuatnya gelisah. Semenjak kepergian Nurul, sudah banyak hal yang pria itu lakukan agar pikirannya tidak terus memikirkan rencana makan siang Nurul dan Bayu. Felix bahkan sudah lebih dari sepuluh kali, berjalan tertatih-tatih memutari ruang rawatnya. "Apa saya punya riwayat penyakit jantung?" Tangan kanan Felix bergerak memukul kecil dadanya berharap degupan kencang kala memikirkan Nurul itu segera hilang. Felix sungguh merasa ada yang aneh dengan jantungnya. Saat dekat dengan Nurul jantungnya bertetak layaknya kereta listrik tercepat di dunia, sedangkan saat berjauhan dia malah gelisah tak karuan. Sila! Felix tak suka jika tubuhnya bergerak diluar kendali seperti ini. Call me babe

