Bagi Reza kesempatan ini tidak boleh disia-siakan begitu saja. Tidak akan terulang ketika Nirina tidak menolak dipegang tangannya. Rencananya, Reza akan menyatakan perasaannya nanti saat sampai di tempat indekos gadis itu. Reza terus memegang tangan gadis ajaib itu. "Na, kepengen kue bandung, ga? Kalo mau kita berhenti sebentar, Mas belikan buat kamu," kata Reza saat berhenti di lampu merah. Satu menit, dua menit, hingga lampu hijau menyala, tidak ada jawaban sama sekali. Reza curiga dan segera menepikan motornya di dekat sebuah ruko. Ia melihat Nirina memejamkan mata. Apes! Gadis ajaib itu tidur dengan iler yang membahasahi baju putih Reza. "Na ... bangun dulu, bisa jatuh kamu kalo tidur saat aku bonceng seperti ini," kata Reza sambil berusaha memegang tangan Nirina agar tidak jatuh.

