Sudah sejak lama definisi tentang apa pun antara aku dan Fajar berbeda. Bukan hanya saat ini saja. Sejak awal kelas satu dahulu. Akan tetapi, kami tetap rukun. Melihat aku yang wajahnya hendak marah, Pak Reza lalu mendekati kami. Ternyata, semua yang datang berpasang-pasangan. Bukan lagi double date, melainkan kencan masal. Tidak terlalu tampak jika Fajar saat ini mendekati Riani. Gadis itu tidak peduli sama sekali. Lihat saja, mereka mengobrol dengan santai pun dengan yang lain. Hanya Nirina yang seolah terjebak bersama dengan Reza. Gadis ajaib itu sangat canggung. Bahkan, saat semua makanan pesanan masing-masing terhidang, Nirina seolah tidak lapar. Ia sangat canggung untuk kembali dekat dengan Reza. Padahal sebelumnya mereka pernah dekat dan Reza sudah beberapa kali main ke rumahnya.

