Part 16

1150 Kata

"Jadi gitu ceritanya Dev!" Zea bercerita sepanjang perjalanan menuju rumah Eyangnya. Bahkan gadis itu masih menatap jalanan kota Cirebon yang tampak Macet dilihat dari jendela Bus. Devano juga enggan untuk menyela saat Zea terus bercerita tentang masalalunya bersama Damar. Mungkin semua orang menyangka jika Zea tidak pernah jatuh cinta. Tapi itu salah! Bahkan Zea masih ingat ketika untuk pertama kali dadanya bergetar untuk seorang lawan jenis. Yaitu Damar. Zea masih ingat sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Ingin mengungkapkan tapi gengsi. Namun ketika keberanian datang justru orang yang dia cintai malah memilih orang lain. Ketimbang dirinya. Devano menggenggam tangan Zea lembut. Dia tahu, jika Zea tidak pantas diperlakukan seperti ini. Dia wanita yang masih polos, dia wanita yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN