bc

Fake Boyfriend

book_age12+
1.3K
IKUTI
4.3K
BACA
family
friends to lovers
tomboy
student
comedy
sweet
humorous
campus
first love
friends with benefits
like
intro-logo
Uraian

Zea adalah seorang mahasiswi berpenampilan tomboy, tiba-tiba saja akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya. Namun saat kebingungan melanda Zea, datanglah Devano kaka tingkatnya di kampus yang menawarkan diri sebagai Pacar sewaan.

***

Devano Keano Favian, terkenal tampan juga sopan. Bukan hanya itu, Devano juga adalah Mahasiswa paling pintar di kampusnya. Namun ada sesuatu yang disimpan rapat oleh Devano, jika dia adalah seorang Pacar sewaan perempuan di luar kampusnya.

Suatu hari, tiba-tiba saja Takdir mengantarkan Devano bertemu dengan cewek tomboy, yaitu Zea Mays. Satu-satunya mahasiswi yang mengetahui jika Devano adalah Pacar sewaan.

Kemudian keduanya sepakat untuk pacaran. Namun bukan pacaran dalam artian sesungguhnya, mereka hanya sama-sama diuntungkan. Devano dengan masalah ekonominya sedangkan Zea dengan masalah perjodohannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1
Zea Mays itulah nama gadis yang sekarang sedang kelabakan menyiapkan buku-buku kedalam tasnya. Gadis itu kesiangan untuk berangkat ke kampus, bahkan sekarang dia tidak mandi karena saking telatnya. Hari ini ada pelajaran dari Pak Budi, Dosen kiler mata kuliah Management yang semua mahasiswa tidak ingin berurusan dengannya. Bisa mati dihukum jika Zea sampai kena masalah dengan pak Budi. "Zea makan dulu sayang!" Teriak Elis di meja makan saat melihat putri bungsunya menuruni tangga dengan sangat terburu-buru. "Biarin aja Ma si Zea kan sudah ada banyak cadangan makanan dari dalam tubuhnya!" Celetuk Jasmin kaka tertua dari Zea. "Liatin aja tuh Mam, si Zea kayanya gak mandi deh. Rambutnya aja kayak gak di sisir. Iwh... " Rosa ikutan menimpali. Yang tak lain adalah kaka Zea yang kedua. "Zea habis nonton Real Madrid bareng papah tadi malem. Makanya dia kesiangan" celetuk Gunawan ayahnya Zea. Membuat semua keluarganya yang ada di tempat makan menoleh pada kepala keluarga yang ada di rumah ini. "Papa Gimana sih? Zea kan pagi ini ada jam kuliah. Harusnya Papa ngasi tau dong kalo Zea itu harus belajar bukannya nontonin Bola!!" Elis tidak habis pikir dengan kelakuan suami dan anak bungsunya. Zea tidak mempedulikan perkataan anggota keluarganya. Dengan kecepatannya berlari, akhirnya gadis itu sudah melewati ruangan demi ruangan dari rumahnya yang megah. Gadis itu sampai di depan Rumah, melihat mang ucup yang seperti sedang membersihkan mobil papanya. "Mang Ucup anterin Zea ke kampus ya! Bentar lagi Zea telat masuk mata kuliah pak Budi nih" "Aduh non maafin mang Ucup, tapi mang Ucup mau anterin tuan ke kantor" "Yaudah deh, Zea mau pinjem mobil yang lain" "Gimana ya non, bukannya mang Ucup gak boleh. Tapi tuan sudah pesan sama saya, katanya non Zea gak boleh nyetir sendiri sebelum punya SIM" Zea tampak sangat Prustasi, sampai sekarang dia mengacak rambutnya sendiri. Padahal tadi dia tidak sempat untuk menyisir rambutnya. Membuat rambut gadis itu semakin terlihat acak-acakan. "Mang ucup nyebelin banget sih" gerutu Zea. Sambil berlalu meninggalkan pekarangan rumahnya. Kaki Zea berlarian menuju halte Bus yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Disana sudah banyak orang yang sedang menunggu bus Jakarta. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, bahkan para karyawan yang hendak berangkat ke kantor. Tak lama setelah itu Bus datang didepan Halte, membuat semua orang yang menunggu buru-buru masuk kedalam Bus. Di dalam bus-pun semuanya tampak berebutan tempat duduk. Sedangkan Zea, mata gadis itu mengarah pada bangku kosong di tengah-tengah Bus. Dengan sangat buru-burunya Zea hendak duduk dikursi itu, namun naas tempat duduknya sudah di serobot oleh seorang laki-laki tampan yang justru dengan seenak jidatnya duduk di kursi yang Zea akan tempati. "Woy! Itu tempat duduk gue" teriak Zea pada laki-laki didepannya. Laki-laki itu tampak Kaget. "Tapi yang duduk disini duluan gue" jawab laki-laki itu tak kalah nyolotnya. "Tapi yang duluan nginjekin kaki di Bus ini gue!" "Gue gak perduli, yang penting gue yang duluan duduk disini!" Zea tampak geram dengan laki-laki didepannya yang tak mau kalah. Padahal banyak orang disana yang naik Bus sambil berdiri, namun hanya Zea perempuan yang sendirian berdiri sambil memegangi peganganu Bus. "Ya setidaknya lo ngalah dong sama cewek!" Zea tak mau kalah. "Mana ada cewek kaya lo? Yang ada lo cewek jadi-jadian hmppttt" Laki-laki itu tertawa namun di tahan melihat penampilan Zea yang sangat amburadul dimata semua orang. Rambut pendek acak-acakan, baju kaos yang terlihat biasa serta celana jeans hitam dan tas punggung yang membuat gadis itu semakin terlihat urakan. "Kurang ngajar banget lo, mau berantem sama gue?" Tawar Zea karena Zea memang jago berantem. "Sorry gue gak berantem sama cewek. Apalagi cewek jadi-jadian kaya lo" jawab laki-laki itu meremehkapn. "DIHARAP SEMUANYA TIDAK BERISIK!" Teriak tukang Bus yang jengah mendengar perdebatan mereka ditengah Bus yang sedang desak-desakan. Zea dengan laki-laki itu sontak saja terdiam. Dengan Zea yang masih berdiri memegangi pemegang Bus. Meski mereka diam, namun sorot mata keduanya memancarkan aura berperang. Zea yang menantang dan laki-laki itu yang sebenarnya malas untuk meladeni gadis yang tidak termasuk dalam kategori cewek idamannya. Sabar Zea sabar!! Orang sabar pasti masuk surga. Zea menghembuskan napasnya berat. Yasudahlah, toh dia hanya akan naik bus ini sampai kampus. Tidak akan lama. Dia hanya perlu beberapa menit untuk memegangi pemegang Bus. Namun tiba-tiba punggungnya gatal, yang mengharuskan tangan Zea untuk melepaskan pemegang bus. Ckiiiitttt Tiba-tiba Bus berhenti mendadak, karena didepan ada sebuah kecelakaan lalulintas. Membuat semua penumpang yang ada di dalm bus harus berpegangan pada kursi didepannya. Namun diantara beberapa orang yang tersungkur jatuh, Zea justru terjatuh di pangkuan laki-laki yang tadi sempat berdebat dengannya. Mata Laki-laki itu melotot kaget. Jangan ditanya Ekspresi apa yang sedang Zea tampilkan, gadis itu juga sama kagetnya dengan mulut menganga lebar. Apalagi posisi mereka sekarang, bisa dibayangkan Zea yang sekarang tengah duduk dipangkuan seorang laki-laki dengan tangannya yang mengalung ke leher laki-laki itu. "Sorry" Ucap Zea. Zea buru-buru bangun dari pangkuan laki-laki itu yang tampak bengong. Namun saat Bus kembali menyala, tiba-tiba Bus itu kembali ngerem mendadak. Membuat Zea untuk kedua kalinya duduk di pangkuan laki-laki itu. Laki-laki itu meringis karena sesuatu dibawah sana diduduki terlalu keras. Membuat sang empunya merasa kesakitan. Zea tersenyum getir saat mereka bersitatap. "Maaf" ucap Zea. "Lo sadar apa yang sekarang lo dudukin?" Zea tampak bingung dengan posisi yang masih duduk dipangkuan laki-laki itu. Zea menggleng. Laki-laki itu meringis, sambil mengatupkan kedua bibirnya. "Sekarang mending lo yang duduk disini!" Titah laki-laki itu. Zea tak mengerti sama sekali dengan perubahan keinginan laki-laki didepannya. Tidak! Lebih tepatnya laki-laki yang sedang ia duduki di atas pahanya. "Serius?" Mata Zea berbinar. "Ok makasih" Dengan tampang polosnya Zea bangkit lalu duduk dikursi itu setelah laki-laki didepannya berubah posisi menjadi berdiri. "Ekhhmm" laki-laki itu berdehem untuk mensterilkan gejolak yang sedang dirasakannya saat ini. Entah kenapa dia malah kegerahan setelah diduduki cewek jadi-jadian yang tadi sempat bersiteru dengannya. *** Zea berlarian menuju kelas mata kuliah pak Budi. Dia sudah telat lima belas menit, dari jam yang sudah ditentukan. Napasnya bergemuruh saat sesampainya di depan kelas, apalagi perutnya yang masih kosong, membuat Zea merasa tidak punya tenaga lagi untuk melangkah masuk kedalam kelas. Dibukanya pintu kelas itu, Zea menyembulkan kepalanya dibalik pintu kelas. Membuat semua mahasiswa yang ada di sana mengalihakan Fokus dari arah pak Budi menjadi ke arah Zea. "Hehe" Zea tertawa getir saat mata tajam Pak Budi mengarah ke wajahnya. "Tutup pintu kelas saya!" "Maaf pak saya telat" teriak Zea yang sontak membuka pintu itu menjadi terbuka lebar. "Tidak ada kata telat di kelas saya!" Pak Budi tampak Marah. "Pegi kalian berdua dari kelas saya!!" Zea menganga, berdua? Apakah Zea sebegitu gendutnya sampe dihitung berdua? Apa mata pak Budi yang Eror sampe bayangan Zea dihitung? Namun, betapa kagetnya Zea saat menoleh. Dia laki-laki yang tadi sempat berebut tempat duduk dengannya. Laki-laki itu ternyata.... Sekelas dengan Zea di mata kuliah management. Bersambung

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.4K
bc

Kali kedua

read
219.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.0K
bc

TERNODA

read
200.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook