Jasmin Aurellia adalah kaka tertua dari Zea. Yang di ambil dari kata bunga Melati dalam bahasa Ilmiah. Bagus bukan? Sedangkan Rosa Eden kaka Kedua Zea, dengan nama yang di ambil dari kata bunga Mawar dalam bahasa Ilmiah.
Sedangkan Zea, apa itu Zea Mays? Yang berarti tumbuhan Jagung dalam bahasa Ilmah. Entahlah Zea sendiri tidak tahu, kenapa namanya sangat aneh. Apa makna Jagung itu diambil ketika Zea lahir? Atau jangan-jangan Zea dipungut di bawah pohon Jagung makanya kedua orang tua Zea menamainya Jagung. Kalo begitu, berarti Zea itu anak pungut dong?
Zea menggeleng-gelengkan kepalanya ketika memikirkan asal-usul nama keluarganya sendiri. Membuat seorang laki-laki disebelahnya menatap aneh.
"Mahasiswi semester berapa?" Tanya laki-laki yang tadi di bus.
"Semester lima. Kenapa?"
"Nggak. Cuma nanya doang."
"Emangnya lo semester berapa?"
"Kepo..." jawab laki-laki itu sambil memonyongkan bibirnya berbentuk o.
Zea tampak geram. Tadi dia nanya sama Zea, giliran Zea bertanya, laki-laki itu malah membuatnya kesal.
"Bodo amat!" Jawab Zea sengit.
Ketika percakapan tidak penting itu berhenti, disitu pula para mahasiswa keluar dari dalam kelas yang tadi telah di ajarkan oleh pak Budi. Teman-teman Zea berhambur mendekati Zea yang tengah kesal. Putri dan Sari.
"Ze ko lo bisa telat?" Tanya Sari.
"Iya gak biasanya lo telat. apalagi di hari pertama mata kuliah pak Budi. Lo tau kan kalo Pak Budi killernya sudah terkenal seantero jagat" Celetuk Putri tak kalah hebohnya.
Namun Sari dan Putri buru-buru tersenyum ketika melihat laki-laki yang tak jauh dari tempat duduk Zea. Dia laki-laki yang tadi di bus.
"Siang Kak Devano" Sapa Putri dan Sari.
Laki-laki yang disebut Devano itu tersenyum ramah pada Putri dan Sari. Sedangkan kedua gadis temannya Zea ini langsung seperti cacing kepanasan saat diberi senyuman oleh sang senior yang terkenal tampan juga ramah.
"Siang" jawab Devano.
Devano beranjak dari tempat duduk depan kelas. Entahlah dia akan menuju kemana. namun yang pasti sekarang justru Zea sedang menganga tak percaya. Kenapa temannya justru mengenal laki-laki sableng itu?
"Kalian kenal sama cowok sableng tadi?" Tanya Zea.
"Hah Sableng? Cowok setampan kayak Kak Devano lo bilang sableng? Lo kali Ze yang sableng" alih-alih membela Zea, justru Putri malah mengatainya Sableng.
"Kak Devano itu cowok paling populer di kampus ini Ze. Masa lo gak tau?"
Zea menaikan Bahunya karena memang tidak tahu, "emangnya sepopuler apa sih cowok yang kalian bilang... eh siapa tadi namanya? Divono atau apa sih?"
"Devano Ze!" Teriak keduanya tidak santai.
"Iya-iya Devano. Emangnya si Devano ini sepopuler apa sih sampe bikin kalian kayak tergila-gila gini?"
"Ya ampun Zea lo kemana aja? Kak Devano itu cowok paling pinter di kampus ini, malah IPK dia setiap semester itu pasti sempurna "
"Terus dia juga cowok paling rajin, sopan, dan dia juga cowok paling ganteng sekampus ini" teriak Putri dengan semangatnya.
"Duh enak banget ya kalo bisa jadi pacar kak Devano" racau Sari.
"Sayangnya Kak Devano sudah ada yang punya" Putri nampak cemberut.
"Kak Gisel beruntung banget ya, punya pacar seperti kak Devano" Sari ikut-ikutan sedih.
"Mereka itu pasangan paling cocok menurut survei para mahasiswa di kampus ini"
"Sudah ganteng, pacarnya cantik pula. Dan dua duanya pinter pake Banget. Heran deh, dunia itu gak adil banget ya"
Sepertinya Zea mulai ngeuh, "bentar-bentar, jadi si cowok sableng itu pacarnya kak Gisel duta kampus ini?"
"Betul" jawab Sari dan Putri bebarengan.
Zea benar-benar tidak mengerti dengan keadaan kampusnya sekarang. Sebelumnya, ketika Zea masih semester empat dia hidup di kampus ini biasa saja. Tak ada sedikitpun dia mendengar hal tentang Devano. Apalagi hal-hal yang tadi disebutkan oleh sahabatnya mengenai Devano, tentu saja itu jauh dari perkiraan aslinya. Mengingat perlakuan Devano ketika di dalam bus membuat Zea semakin tidak percaya mendengar fakta laki-laki itu.
***
"Ze kaka titip beliin ayam goreng yang ada di Mall dong! Soalnya gak bisa pake Goofood, ngantri banget."--- Jasmin.
Dipandangnya isi chat dari ka Jasmin oleh Zea. Zea suka aneh dengan kakaknya yang satu itu. kerjaannya makan mulu, tapi berat badannya tidak pernah naik. Malah terlampau sempurna bagi ukuran wanita indonesia. Sudah cantik, tubuhnya Body Goal.
Padahal sebentar lagi Zea akan nyampe ke rumahnya. Namun karena Jasmin mengiriminya pesan terpaksa dia harus putar balik ke Mall.
"Mang puter balik ke Mall ya!" Teriak Zea pada mamang Gojek yang sekarang tengah menyetir.
"Iya neng" mamang Gojek juga sama berteriaknya.
Kemudian Gojek sudah putar arah menuju salah satu Departmant Store yg ada di Jakarta. Sesampainya disana, Zea memberikan uang dua puluh ribu pada mamang Gojek yang tadi telah mengantarkannya.
"Jangan lupa bintang limanya neng!"
"Iya mang siap"
Kaki Zea mulai melangkah masuk kedalam Mall. Suasana disana juga tampak Ramai karena menjelang sore, namun sepertinya para pengunjung dipenuhi oleh setiap para Karyawan ibu kota sehingga kebanyakan orang yang dilihat Zea adalah orang Dewasa.
Dia mulai naik kelantai dua, tempat dimana semua tempat makan berjajaran. Zea sudah sangat hapal dengan Ayam Goreng kesukaan kakaknya, karena hampir setiap hari Jasmin selalu minta di belikan Ayam goreng. Mungkin Zea akan menolak jika Jasmin tidak memberinya imbalan, namun karena Jasmin menjamin Zea dengan Kartu Kredit yang bisa di pakainya kapanpun maka Zea dengan senang hati menuruti semua perintah kakaknya.
Anjrit!!! Ngantrinya parah banget.
Zea nampaknya sangat malas melihat antrian ayam goreng yang ada di lantai dua. Karena ayam goreng ini, nampaknya menjadi salah satu menu Favorite para pengunjung.
"Sisil kita ganti aja ya menu makan nya! Jangan ayam goreng, kan masih ada yang lain" ucap seorang laki-laki yang tampaknya Zea kenal.
Zea memicingkan matanya saat melihat laki-laki yang tadi bicara. Namun betapa kagetnya dia melihat Devano yang sedang bersama seorang wanita. umur wanita itu nampaknya diatas umur Devano.
Eh bukannya dia si cowok sableng?
"Tapi Dev, aku maunya ayam goreng"
"Yasudah kalo kamu mau itu. Aku rela ngantri ko demi kamu"
Zea mual mendengar laki-laki itu berbicara. Itu lidah halus banget ya kalo sama cewek cantik? Coba aja tadi, sama Zea dia nyolotnya kebangetan. Tapi tunggu! Zea mulai ingat. Bukannya kata Sari dan Putri si Devano itu pacarnya kak Gisel?
Sontak Zea menutup mulutnya dengan mata melotot. Jangan bilang si sableng selingkuh dari kak Gisel?
Buru-buru saja Zea menutup wajahnya dengan tas punggung miliknya. Dia tidak ingin terlibat masalah dengan laki-laki itu. namun ketika Devano berbalik ke belakang, tiba-tiba dia tidak sengaja menubruk tubuh Zea hingga gadis tersungkur kelantai.
"Eh Sorry-sorry." Ucap Devano sambil ikutan berjongkook untuk membantu gadis yang di tabraknya untuk berdiri.
Zea masih saja menutupi wajahnya dengan tas punggung. posisinya masih tiduran dilantai. Entah kenapa dia jadi bingung apa yang akan dia lakukan. Kabur atau dia akan pura-pura pingsan. Sumpah sekarang Zea sedang bingung.
Bersambung
Komen dong, ceritanya sampe sini udah kegambar belum karakter si Zea ini?
Like + Komen sebelum novel ini dipungut biyaya untuk baca (hahaha ngarep)