Langkah Devano sangat cepat saat menggendong Zea menuju Rumah Sakit Arjawinangun yang jaraknya tidak jauh dari tempat kecelakaan. Gadis itu masih tidak sadarkan diri meski disekujur tubuhnya tak terdapat luka. Hanya luka ringan yang ada di pelipisnya, itupun hanya darah bekas goresan. "Perawat!!" Teriaknya. Bagaikan orang kesetanan Devano membaringkan Zea. Saat para perawat itu membawakan tempat tidur untuk para pasien IGD. "Tolong teman saya sus!" Devano tampak sangat gusar, karena melihat para perawat yang tidak sigap untuk menolong Zea. Setelah Zea dimasukan kedalam IGD, datanglah seorang Dokter laki-laki yang langsung mengobati Zea. "Tolong teman saya Dok!" "Iya tenang dulu mas! Saya akan mencoba.... " Dokter itu terdiam. Tak melanjutkan kata-katanya. "Kenapa dok? Teman s

