Tangan Devano bergetar saat mobil pengantin sudah berhenti di tempat parkir sebuah Hotel yang di gunakan untuk kelangsungan acara pernikahannya. Keluarga Devano memang sangat sedikit, hanya ada dua bibi dari almarhum ibunya dan beberapa saudara dari ayahnya. Namun untung saja teman-teman kantor dan teman-temannya sewaktu kuliah ikut mengantrakannya. Setelah memasuki gedung pelaminan Devano di giring keruang rias untuk berganti pakaian memakai jas yang senada dengan calon mempelai wanita. "Dev..." Gumam Zea saat Devano masuk ke ruang rias. Untuk sejenak Devano mematung melihat Zea yang begitu cantik menggunakan kebaya adat Sunda dengan motif yang lebih modern. "Silahkan mas berganti pakaian" ucap seorang penata rias pengantin sambil memberikan setelan jas putih pada Devano. Devano tak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


