Hari sabtu yang cerah..
Nada dering dari handphone santi berbunyi,santi yang lagi menikmati sarapan paginya melihat si hitam pipih miliknya menampilkan sebuah nama sang penelpon Ternyata ada panggilan dari adeknya agus
"halo dek" jawab santi
"........"
Santi tiba tiba membulatkan mata saat mendengar adik nya berbicara dari seluler nya...
1 Telapak tangannya menutupi mulut nya yang menganga, dengan mata yang berkaca kaca,mengucapkan
"innalillahiwainnailaihiroji'un"
Santi tak tau harus bilang apa ke yana,
agus adiknya santi,kemarin mendatangi rumah yana di desa alamsari,menurut cerita dari tetangga nya,bahwa ayah yana sudah meninggal 3minggu yang lalu, dan ibu yana menyusul 2 minggu kemudian..
Ibu yana kecelakaan saat mau menyebrang jalan dan tidak ada seorang pun disana yg menemukan tas atau handphone korban, kemungkinan tas dan handphone nya telah di curi orang, jadi tetangga pun tidak ada yang bisa menghubungi yana, akhir nya dengan persetujuan dan ijin dari ketua RT setempat, mereka memakamkan ibu yana di sebelah makam ayah nya...
Tangan dan kaki Santi bergertar membayangkan betapa malang nasip sahabatnya...
"ya ALLAH.. kuat kan lah hati yana"
Santi lalu mencari nama yana dan mulai mengetik sebuah pesan
'yana besok kita jumpa di taman ya aku' isi pesan singkat dari santi, lalu 5 menit kemudian
'iya san, tapi agak siangan ya, soalnya aku ada sesuatu yang harus di kerjakan' balas yana
'kamu mau ngerjain apa?' balas santi penasaran
'masakin bubur buat azril dari semalam dia Demam' terang yana
'ohh ya udah, tapi kita harus ketemu ya' balas santi
'insya ALLAH san'
'Hhhhhhh' yana menghela nafas berat, sedih melihat azril yang sedang demam, sedari tadi pagi azril gak mau di tinggal yana,walau papa sama mama nya ada dirumah, tapi tetap saja mau nya dengan yana..
.
.
Minggu yang cerah, jam 11 yana menemui sahabat nya yang sudah menunggu nya dengan setia..
" Assalamu'alaikum cantik, kenapa melamun sih?" Sapa yana dari samping tempat duduknya
"wa'alaykumsalam, yana kamu siang banget sih keluar nya, udah 3 jam aku nungguin loh" sahut santi
"iyaa iyaa.. Maaf nona cantik, kan kemarin aku dah bilang kalau aku harus merawat azril dulu" jawab yana tersenyum membela dirinya
"ohhya gimana masalah kamu? Udah kenalan sama sang calon?" goda yana kepada sahabatnya
"alhamdulillah udah,syukurlah dia mau memahami keadaan ku yang masih terikat kontrak, setidaknya beliau mau menunggu 1thn" yana pun tersenyum lega..
"syukur lah kalau gitu," Jawab yana sambil merangkul sahabat nya itu
"kenapa kamu nangis?" yana heran melihat santi tiba tiba meneteskan air mata
"yan... Adek ku udah kerumah orang tua mu" suara santi mulai serak..
"ibu dan bapak ku gak kenapa napa kan san? Mereka sehat sehat saja kan? Kok kamu diem aja san?kenapa kamu malah nangis san?bilang san? Kenapa?" tanya yana tidak sabar dengam mata yang berkaca kaca
"mereka sudah tenang di alam sana yan, kamu yang ikhlas ya...." santi memeluk yana
"aku gak faham maksud kamu san, jangan bicara sembarangan san" yana geleng geleng kepala tidak percaya
"sabar yana,ini semua sudah takdir, kamu harus ikhlas" santi mencoba menenangkan sahabatnya
"santi, kak zahra bilang aku gk boleh berfikiran negative, aku yakin ibu bapak ku sehat sehat aja, aku yakin itu san"
"ayah kamu udah meninggal 3 minggu yang lalu yan,dan seminggu yang lalu ibu kamu kecelakaan saat akan menyebrang mau ke pasar, tas, Dompet, dan handphone nya hilang, tetangga tak tau harus menghubungi mu gimana, akhir nya pak RT mewakili mu memberi izin pemakaman untuk ibu kamu yana" lalu Santi berbisik di telinga yana, "innalillahiwainnailaihiroji'un, kuat kan hati mu yana, sabar, tawakal"
Yana seakan tak punya tenaga lagi, ia teruduk di atas tanah dengan pandangan yang kosong, jantung nya terasa melemah dan keadaan di taman seketika gelap..
.
.
Yana tesadar dia melihat sekeliling seperti tirai berwarna hijau mengelilingi tempat tidur nya, 'dimana aku?' tanya yana dalam hati..
Tak lama seseorang datang.. Ya dia santi sahabat yana,
"yana kamu udah bangun.." santi terlihat senang sekali karena yana sudah bangun.
"aku dimana san?" tanya yana yang terasa masih pusing di kepala nya
"tadi kamu pingsan di taman,mmm oya,mungkin bentar lagi majikan kamu datang yan, tadi aku yang menelpon nya pakai hp kamu"
"sekarang jam berapa,maaf aku dah merepotkan kamu san"
"kamu gak ngerepotin yan,kamu yang sabar ya" santi menggenggam tangan santi menguat kan sahabat nya
"sekarang tinggal aku sendirian di dunia ini san, aku udah gk punya siapa siapa lagi" hikss air mata nya kembali membasahi wajah nya yang sayu
"kamu masih ada aku san,anggap lah ayah ibu ku sebagai ayah ibu kamu juga,mulai sekarang kita bersaudara" santi tak bisa menahan air matanya, saat melihat sahabat nya sedang berduka
"thanks santi" yana memejamkan mata berharap bisa tenang...
"yana, setiap yang hidup pasti mati, kita juga pasti akan mati" santi mengelus lembut pundak sahabat nya yang masih terbaring di atas tempat tidur rumah sakit
Yana mengangguk lemah
.
.
"Yana gimana keadaan kamu?" zahra dan suaminya adnan masuk ke ruangan yana yang hanya di tutupi tirai, ia telah mendengar semua yang yana katakan pada santi di balik tirai..
"kak zahra" Yana berusaha duduk walau masih terasa lemah..
yana tampak kaget karena tiba tiba zahra memeluk yana dan mengelus punggung nya dengan lembut...
"sabar yana,kami semua yang ada di sini adalah kluarga kamu,kamu tidak sendiri"
Zahra sudah mendengar semua apa yang terjadi hingga membuat yana tak sadar kan diri, zahra mendengar nya dari santi yang menelphon nya 30menit yang lalu..
"Terima kasih kak" yana pun terisak di pelukan zahra....