Terima kasih Sahabat

979 Kata
drrrrttt handphone yana bergetar..  yana bergegas melihatnya mungkin saja itu telephone dari ibunya yang ia tunggu tunggu,namun wajah yana sedikit kecewa melihat sebuah nama ternyata Santi,bukan ibunya "assalamu'alaikum, ada apa san?" yana menjawab panggilan santi "hallo yana, kamu hari ini ke pasar gak?ketemu yukk ada sesuatu yang ingin aku ceritakan, aku butuh saran kamu, penting pokok nya!!" tanya santi lewat telephone genggamnya "hmmm kenapa gak lewat telephone aja?? iya nanti jam 10 aku kepasar,kalau gitu nanti kita ketemu di tempat biasa" jawab yana "ok cayang kuuhh,sorry aku gak bisa cerita lewat telphone,ya udah kalau gitu aku siap siap dulu ya, see you soon, bye" pipp Yana lanjut menjemur baju,setelah Selesai membersihkan kan rumah,ia lalu ganti baju dan pergi ke Pasar... Di perjalanan yana masih mencoba menelphone ibunya, tapi tetap saja masih belum aktv, genap 1 minggu yana tidak bisa menghubungi orang tua nya, sungguh mambuat yana semakin risau.. . "yana" suara santi dari arah belakang Yana pun menoleh, "hai san,kamu udah sarapan belum??"tanya yana sambil menyodorkan kantong plastik yang berisi curry puff, yang dia beli dari kedai langganan nya di dekat apartment ia tinggali "belum" sahut nya sambil menyomot plastik yang di sodor kan yana...  Yana Terlihat fokus memandangi handphone nya, yang santi tau tidak ada pemberitahuan yang spesial di hp nya,seperti sms, atau telephone masuk... "oiii yana,kamu kenapa sih?kok wajah km murung gitu...?" selidik santi "gak apa apa san, ohhya katanya ada yang mau kamu omongin... Ada apa??"tanya yana "ohh itu mmm gini yan,emm orang tua ku nyuruh aku pulang, padahal kontrak kerja ku kan masih ada 1tahun lagi, mereka mau menjodoh kan ku dengan anak temannya,dan yang paling membuat aku frustasi, kalau aku menolak ibuku mengancam, lebih baik mati saja" cerita santi kepada sahabatnya Seketika wajah yana berubah, matanya berkaca kaca mendengar kalimat terakhir santi 'ibu lebih baik mati saja' Yana memalingkan wajah nya dari santi dan berusaha menahan tangis nya. Akhir akhir ini Yana sangat sensitive jika mendengan kata 'ibu' dan kata' mati' "menurut kamu aku harus gimana yan?" tanya santi lemas "mmmmm.... aku jujur gak bisa kasih solusi san soal masalah kamu,tapi aku cuma mau nyaranin,mngkin perjodohan kamu itu pilihan yang Terbaik dari orang tua kamu, gak ada salah nya kamu berkenalan dulu dengan lelaki itu,via telephone atau via chat,dan meminta lah waktu padanya,atau buat lah kesepakatan Antara kamu dengan nya, setidak nya sampai kamu finish contract atau 1th lagi,mungkin kalau calon kamu yang bicara kepada ibu kamu, beliau mau mendengarkan, dan gak akan memaksa kamu atau mengancam kamu lagi,tapi semua terpulang ke kamu, karna kamu yang menjalani nya, itu cuma saran dari ku aja" jawab yana "iya aku coba pertimbang kan lagi tentang saran kamu ya,tidak ada salah nya kita berkenalan dulu" kata santi sambil memandangi wajah murung sahabatnya  "mmm yana aku tau kamu ada sesuatu yang gak kamu ceritain ke aku, jangan anggap aku sahabat kalau kamu gak mau Cerita" santi memegang kedua lengan yana, Air matanya yang coba di tahan Ternyata jatuh juga, "aa.. Aku sebener nya lagi bingung san,udah seminggu gak ada kabar dari ibu ku" pipi yana sekarang sudah banjir air mata Santi langsung memeluk sahabat nya itu.. "kamu udah coba tanya tetangga atau Saudara kamu yang di kampung??"tanya santiYana hanya menggeleng "kamu tau kan aku ga punya siapa siapa selain orang tua ku" sambil terisak yana menangis di pelukan santi "ok kamu tenang yah yana,nanti aku akan suruh adek ku ke rumah kamu memastikan kalau ibu ayah mu baik baik saja, mmm...?"jawaban santi membuat yana lega,ia pun mengangguk patuh dengar ucapan sahabat nya... " thanks santi, maaf aku jadi ngerepotin kamu jg kluarga kamu" "sssstt aku gk mau denger kamu bilang ngerepotin lagi, Kecuali kamu gk anggap aku sebagai sahabat mu lagi." mereka berdua pun tersenyum  "san Udah jam 11.30 pulang yukk" santi mengangguk mereka pulang ke rumah masing masing ' '  *santi* "hallo dek, mbak mau minta tolong kamu nih" santi menelphone adik nya agus "tolong apa mbak?" tanya agus "tolong kamu kerumah temen mbak ya, ia tinggal di desa alamsari" pinta santi "jauh banget mbak, aku pagi kan kerja"  "yahh sepulang kerja lah, tolong usahakan hari ini kamu kesana ya"  "emang penting bangett yan?"  "iyaaa penting banget"  "hmmm iya udah nanti aku usahakan" jawab agus sambil mematikan telephone nya  Hhhhh, santi berharap sekali bisa membantu sahabat nya...  .  .  Ting tong Bunyi bell rumah membuat yana menunda memasukkan sayur ke dalam panci, ia pun segera keluar mau membuka kan pintu "bu hasna" panggil yana dengan senyuman melekat dibibir saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu "yana, gimana kabar kamu"  "alhamdulillah kabar saya baik bu,ibu sendiri gimana kabar nya, sepertinya lama sekali ibu gak datang ya"  "iya saya belakangan ini sibuk sekali, kedai lagi ramai pembeli"  "alhamdulillah, tapi ibu juga harus jaga kesehatan,juga jangan terlalu lelah" bujuk yana "iya terima kasih perhatiannya yana" jawab ibu hasna tersenyum "ibu istirahat saja dulu,sebentar lagi kak zahra pulang"  hasna yang terlihat lelah memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu, kemudian yana keluar dari dapur sambil membawa segelas air untuk hasna "bu saya lanjut masak dulu ya"pamit yana lalu di balas hasna dengan anggukan..  .  .  Selesai makan malam yana segera membereskan meja makan,dan mencuci piring, Azril dan fahira sudah meninggalkan meja makan bersama papa nya, tinggal Hasna dan zahra duduk di sana..  " mama akhir bulan ini mau ke new york" hasna memberitahu zahra  "mmmm,so sorrry ma, zahra gak bisa temani mama,minggu minggu ini zahra banyak kerjaan di office yang gak bisa di tinggalkan ma...." terang zahra menyesal  "gak apa apa, mama juga udah terbiasa sendiri" jawab hasna, walau terlihat sedikit kecewa  "hmmm tak terasa sudah setahun hakim berobat ya ma,apa sudah boleh pulang?" tanya zahra kepada ibu nya "kata dokter, walau sudah bisa jalan tapi masih harus menjalani beberapa therapy lagi"  "syukurlah kalau begitu" jawab zahra Meja makan dan dapur bercampur menjadi satu ruangan, yang secara tidak sengaja membuat yana mendengar kan pembicaraan ibu dan anak disana...  Yana  diam diam tersenyum tanpa  ada yang menyadari .  Setelah selesai sholat isya' yana merebah kan tubuh nya di atas kasur, 'alhamdulillah abang hakim sudah bisa berjalan' ucap yana dalam hati, sudah 1tahun berlalu,baru sekarang ia mendengar kabar hakim walau secara tidak sengaja, namun cukup Membuat nya bahagia..  Ketika yana memejamkan mata, Tiba tiba Terbayang wajah tampan hakim saat tidur, membuat yana tersenyum lalu terlelap bersama bayangan hakim... 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN