Sepasang mata membulat dengan sempurna tak bisa menutupi betapa kaget dan tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya, tubuh nya seketika mematung 'kenapa aku bisa tidur disini' gumam nya dalam hati ..
Dari sedikit cahaya matahari pagi yang menembus masuk melalui celah jendela kaca dikamar itu, namun cahaya itu cukup jelas untuk memperlihatkan wajah seorang pria yang sedang tertidur pulas sambil memeluk nya..
'tampan sekali' gumamnya dalam hati
Lama ia menatap pemandangan yang sangat mengagumkan itu,
mata bening yana tanpa di perintah pun perlahan melihat setiap inci wajah yang berada tepat di depan wajahnya,lelaki berkulit putih bersih itu,memiliki hidung yang mancung,alis tebal, bibir yang seksi seakan jika ada orang lain disana atau siapapun itu melihatnya pasti tidak ingin mengalihkan pandangan nya walau sesaat... sesaat yana lupa tentang kejadian semalam yang begitu mengerikan...
tiba tiba jantung yana berdebar kencang saat si pemilik wajah tampan didepannya perlahan membuka mata nya..
Tak lama Mata Mereka saling bertemu dan saling bertatapan,seakan waktu berhenti sesaat, dan mereka beruda terperangkap disebuah taman yang sarat dengan bunga bunga yang membuat keduanya terbuai dengan keindaahan dan kewangian bunga itu,ada sebuah rasa di antara mereka yang sangat sulit di jelaskan karena mereka tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya,
masih tetap denganp posisi dimana tangan kanan hakim sebagai bantal yana, dan tangan kirinya merangkul pinggang ramping Yana,lalu seketika mereka berdua sadar akan lamunan mereka, sadar bahwa mereka sedang tidak bermimpi...
"mmm.. Maaf bang,saya gak sadar kalau ketiduran disini" dengan wajah yang merona yana bangkit dan duduk sambil merutuki dirinya sendiri, 'bodoh' kenapa ia bisa ketidur di kamar hakim
"ahh gk papa" jantung hakim yang ternyata juga berdebar debar bertatapan sesaat dengan yana..
Yana yang sudah terlalu malu segera meninggal kan hakim di kamarnya
.
Seminggu setelah kejadian itu berlalu, irfan tidak pernah muncu lagi di rumah hakim,dan membuat yana sangat lega..
.
"Ma.. Hakim mau mengikuti therapy, hakim mau memulai semuanya dari awal lagi" perkataan hakim dari handphone genggam milik hasna sungguh membuatnya tak percaya,putra kesayangannya yang biasanya sangat susah ia bujuk agar mengikuti teraphy namun sekarang justru ia sendiri yang memintanya,hasna tak mampu membendung lagi air di matanya dan secepat kilat jatuhlah airmata bahagianya membasahi pipinya
"iya sayang, mama akan urus semuanya" jawab hasna
.
.
.
3 bulan setelah keberangkatan hakim ke new york,kini yana tinggal d keluarga zahra, kakak pertama hakim.
Yana sangat senang tinggal disana karena Zahra dan kluarganya sudah menganggap yana seperti keluarga mereka sendiri.. azril dan fahira putra dn putri Zahra pun juga sangat menyukai yana sebagai asisten Baru nya
Kedekatan yana dengan azril dan fahira terkadang sangat membuat zahra cemburu tapi zahra sangat menyukainya.
Semenjak Kedatangan yana anak anak zahra menjadi semangat dan ceria
'
Hari ahad seperti biasa, yana pergi berlibur,dia berjanji bertemu sahabat nya santi di Pantai stualang yang berada di kota itu, tepat nya kota di johor bahru..
Siang itu yana memakai gamis berwarna abu cerah di padu dengan hijab berwarna hitam memakai sepatu hitam dan tas hitam juga membuatnya terlihat anggun, sedang santi memakai gamis berwarna coklat di padu dengan hijab biru dongker,sepatu coklat dan tas berwarna hitam juga tak kalah anggun nya dengan yana
Mereka berdua duduk di atas tikar lipat yang ia bawa dari rumah sambil menikmati kelapa muda.
Mereka memang suka menghabiskan waktu liburan nya di pantai sambil bertukar cerita,bercerita tentang keluarga, pekerjaan dan masakan dan lain lain..
Yana mengenal santi ketika mereka sama2 tinggal di asrama PT Harapan indah
Tinggal bersama santi selama 2 bulan cukup membuat mereka akrab,walau pertemuan mereka singkat tapi sangat bermakna,Mereka saling menyemangati satu sama lain..
walau Sempat lost contact 6bulan semenjak perpisahan Mereka,namun takdir pertemukan mereka kembali saat sedang belanja di pasar.. Dan sejak itulah mereka kini bersama lagi, walau hanya bertemu setiap hari ahad ketika waktu libur..
"na, giman kabar anak bos kamu sekarang?" tanya santi tiba tiba
*sejak awal pertemuan mereka, yana sudah menceritakan kepada santi semua hal yang ia alami sejak dari awal ia berangkat dari indonesia ke kuala lumpur sampai sekarang ia pindah ke johor dan bekerja dengan Zahra,
tapi ada yang tak bisa ia ceritakan kepada santi tentang kejadian yang mengerikan 3bulan yang lalu,yang dia hampir di perkosa oleh irfan, sepupunya hakim dan sepupu zahra juga. biarlah ini menjadi rahasia antara mereka bertiga saja, yana,Hakim, dan irfan..
sungguh ia ingin melupakan masalalu yang menakut kan itu walau masih ada sedikit trauma..
"hmmm aku gak tau san, bu hasna atau pun kak Zahra juga gak pernah cerita apapun tentang abang hakim, tapi aku yakin abang hakim pasti baik baik saja, dan ketika pulang nanti pasti udah sembuh dan bisa berjalan lagi" jawab yana tersenyum tipis
"iya semoga aja, tapi dia di new york tinggal sendiri ya?" tanya santi penasaran
"kata bu hasna tinggal dengan bang fadhil, anaknya yang no. 2"
"kira-kira sampai kapan? Trus nanti kamu bakal kembali kerja di KL atau tetap di johor?"
"Aku juga gak tau sampai kapan san,lagipun kalau abang hakim pulang dan dia sudah sembuh, aku gak punya alasan untuk merawat nya lagi kan? Jadi mungkin aku tetap tinggal di johor" jawab yana sambil tersenyum mendengar pertanyaan santi yang tak pernah terfikirkan oleh yana sebelum nya..
"ya juga sih,, sebenernya aku cuma takutnya kalau kamu nanti kembali ke KL aku gak akan ketemu kamu lagi" santi terlihat sedih
"iya,,, kamu tenang aja,aku rasa, aku juga gak mau kalau kembali ke KL san,aku betah kerja disini, aku juga terlanjur sayang sama azril dan fahira"
"iya betul, jangan mau kalo di suruh kembali ke KL" bujuk santi, mereka pun tertawa
"kita cari makan yukk, aku laper nih" perut yana memang belum terisi apapun sedari pagi.
"yukk ahh, aku lagi pingin makan sup tom yam nih, kamu mau makan apa na?"
"emmm aku mau nasi lemak ahh"
Mereka pun berjalan Bergandeng tangan menuju kedai makan yang terletak tak jauh dari sana..
.
.
Malam itu jam menunjukkan ukul 23.40, di kamarnya yana masih belum bisa tidur,
Fikiran nya Tiba tiba teringat pertanyaan santi tadi siang..
'Gimana kabar abang hakim'
'hhhhhh' entah kenapa sebenarnya yana juga ingin sekali tau kabar beliau, tapi ia gak berani tanya sama bu hasna atau kak zahra 'siapa lah saya' gumam yana dalam hati