Irfan yang sudah seminggu berturut turut datang kerumah hakim, masih belum bisa menaklukkan yana si asisten rumah hakim.
Usahanya untuk menaklukkan yana membuat nya semakin rajin untuk mangunjungi sepupunya, sampai terkadang ia ber'alasan ingin menginap di rumahnya hakim demi bisa lebih dekat dengan yana, syukur nya hakim tidak pernah curiga dengan niat dan tujuannya..
'
Berbeda dengan Yana yang merasa sikap irfan semakin hari semakin intens terhadapnya membuat hatinya tidak nyaman, dan takut,ia harus lebih waspada jika irfan datang berkunjung.
Irfan belakangan sering sekali mencuru curi kesempatan seperti menyentuh bahu yana, kadang menyentuh leher dengan alasan ada sesuatu yang menempel di leher yana dan membantunya mengusap,menyenggol tangannya secara tiba tiba, bahkan yang mebuat yana sangat membeci sikap irfan ialah ketika yana sedang mencuci piring dan tiba tiba irfan berdiri tepat di belakangnya tanpa suara, membuatnya kaget sontak kehilangan keseimbangan lalu membuat yana reflect menyandarkan bahunya ke d**a bidang irfan,dan yang paling sensitif bagi yana ketika pantatnya harus menempel tepat di atas benda pusaka irfan.. Akhirnya Setiap irfan mendekati yana, yana selalu mencoba menghindar..
Namu berbeda dengan Irfan yang sudah tidak tahan lagi,kesabarannya benar benar sudah habis,sikap yana yang dingin dan selalu menghindarinya,membuat dia semakin nekat untuk mendapatkan nya, apapun caranya...
.
Setelah selesai makan malam hakim kembali ke kamar dan irfan membantu mendorong kursiroda hakim
udah 3hari ini irfan tidur di kamar hakim, sedang bu hasna masih di johor belum pulang..
Seperti biasa, selesai yana membereskan meja makan,lalu mematikan lampu, lalu ke dapur mencuci piring..
Setelah selesai semua tugasnya yana beranjak ke kamarnnya untuk tidur,
ketika pintu kamar mau di tutup seketika tangan kekar irfan menahan nya dari luar, yana yang belum sempat melakukan perlawanan karena dorongan kuat dari tangan irfan membuatnya pintu terbuka hingga yana terdorong mundur bahkan hampir tersungkur ke lantai..
"abang sedang apa disini?" tanya yana ketakutan
Irfan langsung meraih pinggang ramping yana dan melempar tubuh yana ke atas kasur dengan kasar..
Tubuh irfan yang kekar duduk diatas paha yana, membuat nya susah bergerak, tangan kanan nya memegang leher putih yana,jika yana menjerit sewaktu waktu tangan nya akan mecekiknya sedang tangan kirinya memaksa menyingkap t-shirts kebesaran berwarna pink yang di pakai yana menampakkan bra berwarna hitam, lalu tangannya menjalar belakang kepunggung putih yana, mencari pengait bra untuk membebas kan gunung kembar milik Yana yang terkurung dan berhasil terbuka, seketika mata irfan melotot "montok sekali" ...
Yana hanya terisak tak berani berteriak, kedua tangan nya mencoba melepaskan tangan irfan yang ingin mencekiknya..
Puas memandang d**a yana tanpa bra dan berwarna pink, irfan pun mulai menjilati ujung gunung itu,yana hanya bisa menangis dan menggeleng geleng kan kepalanya..
Tangan nya meronta ronta menahan kepala irfan agar tidak mendekati d**a nya,namun tenaga yana tak sekuat irfan, usahanya pun sia sia, irfan malah semakin tenggelam pada kenikmatan gunung yana,.
irfan lalu memegang kepala yana dan mulai melumat bibir mungil yang selalu membuat nya tertantang,
Merasa marah karena Yana menutup rapat rapat bibir nya,irfan menggunakan tangan kirinya meremas d**a yana dengan kasar dan gemas,hingga mulut yana terbuka,tanpa menunggu lama lidah irfan langsung masuk ke mulut yana,memagut menyedot lidah yana dengan kasar hampir 15menit irfan mengulum bibir mungil yana, lalu tiba tiba ciuman Mereka terlepaskan Dengan kasar, membuat yana tersedak oleh banyaknya air saliva irfan yang masuk ke mulut nya..
.
.
Flash back on
'
Setelah selesai makan malam, irfan mendorong kursi roda hakim menuju kamarnya, setelah irfan membantu hakim rebahan di atas kasur,irfan pun pamit dan bilang akan pulang..
"bro, aku mau pulang dulu kalo gitu, Besok pagi aku harus ke kantor on time nih,karena bos masih di afrika, jadi aku yang harus nemuin klien, dan ada beberapa berkas di rumah yag harus ku siapkan untuk bawa ke kantor besok" kata irfan membuat alasan
" ok ,karna udah malam hati hati di jalan fan" pesan hakim percaya dengan sahabat sekaligus sepupunya itu
"sipp pasti bro " sahut irfan
Irfan pun mematikan lampu di kamar hakim lalu keluar meninggal kan sahabatnya..
Tentu saja alasan ia pulang ada lah kebohongan, ia yakin betul kalau setelah hakim masuk kamar ia tidak akan keluar kamar lagi..
Dan pastinya rencananya lembur dengan yana akan berjalan dengan mulus...
.
Irfan Ternyata diam diam menunggu yana di ruang meja makan yang sudah keadaan gelap, sehingga yana tidak tau kalau Ternyata Ada seseorang yang sedang berdiri memperhatikannya..
Sesampai yana dkamarnya ketika hendak merapatkan pintu, tangan irfan sudah dulu menahannya dan mendorong pintu itu sampai terbuka..
'aku benci kau selalu mengabaikan ku yana' tanpa fikir panjang irfan pun menghempaskan yana yang sedang kaget
Flash back off
.
.
Hakim pov
'
Ahhh kenapa gk bisa tidur ya,hhh where's my phone?' hakim pun duduk sambil mencari cari handphone nya tapi tidak ketemu, akhirnya ia putus kan untuk rebahan lagi.
Tapi ia masih belum bisa tidur dan masih penasaran mencari cari handphone nya...
'hhhh, kayanya tadi ada dimeja makan deh'
Dan hakim juga teringat kalau dia belum sempat membalas pesan singkat dari daniel teman sekantornya dulu.
'Hhhh' akhirnya dengan malas hakim memutus kan keluar mencari phoncell nya yang mungkin berada di meja makan, ia pun bangun dri tempat tidur nya dan pindah ke kursi roda lalu bergerak menuju ruang makan,
Jarak ruang makan dengan kamar yana memang dekat, hakim yang mendengar suara Yana yang sedang ter isak, penasaran ingin tahu ada apa dengan nya. Melihat pintu kamar yana yang sedikit terbuka ia pun mencoba memastikan kalau asisten nya baik baik saja..
Namun ketika sampai depan pintu hakim kaget melihat ada irfan masih ada di rumah nya, bahkan sedang berada di dalam kamar asisten nya dengan posisi dia diatas yana sambil tangan meremas buah d**a yana dan bibir nya melumat bibir yana.
Hakim membuka pintu kamar yana,namun sayang Ternyata kursi rodanya tidak bisa masuk karna pintu nya agak kecil
Hakim akhrinya menjatuhkan diri nya ke lantai dan perlahan mengesot ke samping tempat tidur yana,ia segera menarik kaos irfan sekuat tenaganya akhrinya berhasil membuat irfan terjatuh dari tempat tidur yana, membuat ciuman itu berhenti, dan membuat yana tersedak oleh saliva irfan...
"what are you f*****g doing irfan?are you crazy??" hakim benar benar emosi melihat kelakuan b***t irfan di depan mata dan kepalanya....
"hhhhh, rilex bro, dia cuma maid, apa salah nya miminta sedikit pelayanan dari dia?" jawab irfan santai sambil memalingkan mukanya
"get out from my house right now!!! " masih dengan nada tinggi dan mata yang melotot hakim mengusir irfan pergi
"come'on kim rilex,, aku cuma akan bermain bentar" jawab irfan tak menyerah
Hakim mengesot mendekati irfan dan menarik kerah nya
" b******k!! aku bilang pergi atau aku report policy sekarang juga?!!"
irfan pun mengalah dan meninggalkan nya dengan keadaan yana yang sedang menangis..
Setelah yana memakai bajunya... Masih dengan keadaan tangan dan kaki bergetar ia pun membantu hakim berdiri dan memapah nya duduk diatas kursi roda nya, dengan mata sembab dan bibir nya yang agak bengkak akibat ulah irfan ia mengantar hakim ke kamar nya, dan membantu hakim naik ke kasurnya..
Tiba tiba Hakim menarik lengan yana sampai yana terduduk disamping hakim, lalu hakim memeluk nya erat erat seakan tidak ingin melepaskan nya,
"maafkan saya, saya memang gak berguna, gak bisa melindungi kamu" rasanya hakim sangat menyesal karena gak bisa melindungi asisten nya yang cantik
Yana hanya pasrah di peluk hakim dia hanya bisa menangis dalam pelukan hakim, menangis sejadi jadinya
"menangis lah sepuas nya kalau bisa membuat kamu lega" sambil mengelus kepala dan punggung yana tak terasa air matanya menetes
Yana yang merasa sangat lelah setelah menangis di pelukan Hakim, sampai ia tak sadar sejak kapan ia mulai tertidur di pelukan hangat anak bungsunya Hasna Fahira..