"Jadi begitu ceritanya, pantas saja dia amat marah. Wajahnya menampakkan raut penuh tekanan dan penuh emosional, aku sudah merasakan keanehan sejak pertama kali dia datang, Dave." Atha merangkul Dave dengan erat. Hampir saja tadi ia termakan cerita wanita itu. "Sekarang kamu sudah tahu semuanya, aku harap kamu tidak salah paham," Dave mengusap sebelah pipi Atha, lalu mengecup lembut kening tunangannya itu. Atha tersenyum dan mengangguk, "hm, aku lebih percaya padamu, lagipula aku sudah mempelajari berbagai macam perilaku depresi. Saat pertama kali aku mendengar penuturan dari Limey, mungkin aku sempat percaya, tapi saat menatap wajahnya aku mulai melihat kejanggalan, tetap saja raut wajahnya, semua tidak dapat ia tutup-tutupi," Dave menghela napas lega, untuk sesaat ia berpikir bahwa At

