Nala Orang-orang tak tahu jika aku memiliki… katakanlah semacam keanehan. Hanya aku saja yang tahu soal ini. Bahkan ibu tak tahu menahu soal apa yang dialami oleh anaknya. Dan beberapa hari terakhir ini, aku menyimpannya rapat-rapat seorang diri. Aku membuka kedua mataku perlahan-lahan. Cahaya mulai berkumpul, dan aku melihat siluet bayangan seorang perempuan menatapku khawatir. Walau tak sempat diucapkan, matanya tidak bisa berbohong jika dia tengah khawatir. “Nala, apa kamu sudah sadar?” suara itu masuk terhubung ke neuron di otakku, tapi aku masih belum bisa meresponnya dengan baik untuk beberapa waktu. Ketika waktu terus melaju, sesekali aku mulai mengerjapkan mataku secara perlahan. Dan saat itulah aku sadar jika aku sedang di atas ranjang ditemani dua perempuan, Ibu dan Anna.

