Hann Tak makan waktu lama untuk sampai ke asrama. Pukul sepuluh malam, aku turun dari trem dan berjalan kaki sekitar 15 menit hingga sampai ke tempatku. Angin yang berhembus malam itu cukup dingin dan aku tidak mengenakan jaket. Alih-alih malam semakin dingin mencekam, dadaku ternyata menghangat, benar-benar hangat. Nalaku yang amat kurindukan, kamu ‘kah yang saat itu memelukku? Kamu ‘kah yang saat itu menggenggamnya dengan erat? Hingga tak ada sedikit pun celah yang bisa dihinggapi angin-angin yang berhembus beku. Apakah itu karenamu, Nala? Soalnya yang aku tahu, sebelum pertemuan hari ini, jauh di bagian sana seperti terasa beku, dingin, seperti es yang tak mau mencair. Andaikata es-es itu mencair karenamu, oh aku sangat berterima kasih. Karena selama beberapa tahun terakhir ini, tak

