Hann Sebelum memenuhi undangan Tuan Stuart di Edlan Howtown, aku melangkahkan kakiku lagi di Verge untuk kembali ke rumah Alisa sekaligus mengunjungi rumah peninggalan Lunin. Karena sudah bertahun-tahun tak dihuni, jadi wajar jika wajahnya sekarang nampak agak menyeramkan. Walau begitu, aku tetap memilih masuk demi mengambil selembar fotonya yang pernah ia tunjukkan padaku dulu ketika mereka masih muda. Lunin, istrinya, dan seorang anak muda yang tengah duduk dengan piano Steinway, yang nantinya kukira, itu adalah Stuart muda. Tak salah lagi. Udara di dalam sana agak sesak. Kotoran, sarang laba-laba, debu-debu, sangat jelas menutupi setiap benda-benda di dalamnya. Aku mencari lembaran foto itu di beberapa sudut, tapi tak kutemukan keberadaannya. Lalu aku mencari lagi di

