Galaksi celingukan, mencari barang yang selama setengah jam tidak berhasil ia temukan. Hah! Ia menyerah, mengeluarkan ponselnya dan mendial salah satu nomor yang sudah memberinya tugas paling sulit yang pernah ia dapatkan seumur hidupnya. "Mom! Aku engga tahu mana yang namanya tepung terigu! Semua tepung di mataku kelihatan sama!" keluhnya kesal. Ia berdiri bersandar pada rak display sambil memperhatikan sekitar dan baru menyadari bahwa beberapa memperhatikannya. "Kamu udah lupa fungsi mulut buat apa ya, Gal? Apa susahnya tanya sama mbak-mbak sales yang biasa jaga disitu!" seru Mamanya di seberang telepon. Galaksi mendengkus pelan, "Aku dari tadi engga bisa ngangkat wajah, Ma. Mereka ngeliatin akunya serem banget," bisiknya. Tangannya kembali menurunkan topi untuk menutupi wajahnya.

