50

1536 Kata

"Bi, maaf. Aku tadi kesal banget makanya jadi engga bisa nahan diri. Aku minta maaf karena udah ngehina adik kamu. Kamu boleh kok marah sama aku. Aku..aku juga tahu aku salah, mungkin aku juga udah keterlaluan." Melodi menggigit bibirnya saat Tobi bahkan hanya terus menggandeng tangannya tanpa berbalik atau menoleh sedikitpun. Saat sampai di mobil, Tobi langsung membukakan pintu untuk dirinya dan kemudian berjalan memutar hingga duduk di belakang kemudi. Melodi sudah tidak berani mengatakan apapun lagi. Selama ini yang ia lihat adalah sosok humoris dan lugu Tobi. Tapi aura Tobi yang sekarang benar-benar menyeramkan. "Aku marah," ucap Tobi. Melodi semakin menunduk. "A-aku tahu," jawabnya lirih. Ia meremas jemarinya dengan gugup. Tadi dia tidak merasa takut sama sekali saat mencaci-ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN