49

1565 Kata

Lanjut ke beberapa bulan kemudian, tidak ada yang berubah dari hidup Kia selain satu sosok yang semakin gencar datang padanya. Siapa lagi kalau bukan Galaksi, pria m***m yang justru tidak segan-segan lagi memuji bagian tubuh Kia dengan wajah polosnya yang menggemaskan. Benar-benar menggemaskan hingga rasanya Kia ingin memukulnya dengan spatula. Tapi anehnya Kia sudah merasa terbiasa dengan keberadaan pria itu, meskipun dirinya tetap belum bisa menerima perasaan Galaksi padanya. Kia hanya menjawab sekenanya saat Galaksi datang dan menyapanya dengan gaya manis, dia merasa bahwa adanya Galaksi berkeliaran di sekitarnya merupakan hal yang memang sudah seharusnya ada. Entah darimana ia bisa memiliki pemikiran itu. Seperti hari ini, di Sabtu pagi yang cerah dimana tokonya tetap buka sedangkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN