MENCOBA MENERIMANYA

1772 Kata

Ana termenung menatap cermin. Dia selesai merias wajahnya pun dengan hijab modis yang sudah terpasang dengan anggunnya. Untuk apa dia merias wajahnya secantik ini? Jantung Ana terasa berdetak dengan cepat yang membuat dadanya sedikit nyeri. Ana melirik jam. Ba’da isya pria itu akan datang dengan kedua orang tuanya dan sebentar lagi waktu itu tiba. Ana tak bisa membayangkan bagaimana nanti dia bersikap di depan kedua belah keluarga. Dia ingin menolak, sungguh, tapi dia sudah berjanji pada Vero untuk mencoba, terlebih ada Mama dan Ayahnya juga. Ana melirik ke arah baju yang Mamanya sarankan untuk dipakai tergeletak di meja. Ana mengerutkan kening dan menghembuskan nafasnya kasar. Lalu matanya mengedar lagi dan jatuh pada jendela kamarnya. Dulu dia kabur saat lamaran Aldi lewat situ. Lumay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN