KERAS KEPALA DAN KEPUTUSAN

4276 Kata

Ana ada di ruang kerja Vero dan di sinilah dia menangis sesegukan sejak sepuluh menit yang lalu. Air matanya menetes tanpa henti-henti seolah-olah akan dihukum mati. Padahal cuma masalah lamaran, kan? “Udah siap cerita belum?” Suara Vero terdengar lembut. Dia sedang berperan sebagai dokter yang super lembut layaknya ke pasien. Tapi Ana memang pasiennya. Sejak beberapa tahun belakangan, setelah Ana merasa bahwa dia harus menghilangkan traumanya, Ana menjadi pasien Vero. Tentu saja ini tanpa sepengetahuan siapapun. “Kemaren gue dateng ke rumah, Mama yang nyuruh, dan ternyata mereka bilang kalo ada laki-laki yang ngelamar gue. Gue shock Ver, lo taukan gue gak bisa. Dan yang lebih bikin shock, ternyata Ayah udah nerima lamaran itu.” Vero mengernyitkan kening merasa ada yang janggal dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN