Ketukan pintu terdengar. “Na, anak-anak pantinya udah dateng...” “Bentar Mbak, ini lagi pake kerudung.” Kata Ana sambil terus memakai hijabnya. “Jangan lama-lama ya, Na...” “Oke.” Hanya itu jawaban Ana dan Dini langsung pergi untuk mengurusi pekerjaannya. Sementara itu di dalam, Ana sedang menusukkan beberapa jarum pentul ke kerudungnya. Setelah rapi, dia lalu bergegas keluar. Tidak baik membuat anak-anak panti itu menunggu terlalu lama dan dia juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersalaman dengan malaikat kecil itu. Ana terlihat buru-buru, lalu tanpa disadarinya, ternyata tubuhnya sampai menabrak tubuh orang lain. Tubuhnya agak oleng, tapi orang itu berbaik hati memegangi bahunya agar seimbang lagi. Ana tidak tahu siapa yang menolongnya, tapi dia cukup berterima kasih. D

