19: Tidur bersama sahabat

1035 Kata
Chapter 19: Tidur bersama sahabat........ Kosan yang Hazel tinggali memang khusus cewek, tapi enggak ada peraturan yang melarang untuk membawa cowok mengindap.   Sakura aja sering nyuruh Dirga nginep kalo dia ada tugas, katanya biar ada yang ngebantuin karena mereka emang satu jurusan. Dan lagi, Hazel pernah denger ada suara-suara aneh di kamar kakak tingkatnya dulu, semacam desahan nikmat gitu.   Cewek-cowok.   Kalo kata Sakura mah, "Pikir positif aja, mungkin lagi berkembang biak." ITU BUKAN POSITIF SEBENERNYA BANGKE. Tapi berhubung Hazel ga peduli, jadi yaudah lah biarin aja.   Jadi sekarang Hazel santai-santai aja ngebawa Hansel ke kosannya, enggak akan dimarahin siapapun ini. Toh ini bukan pertama kalinya Hansel nginep disini. Dulu juga pernah nginep tapi biasanya kalo Hansel nginep, Salsa atau Chaeryl juga nginep.   Bedanya sekarang Hansel nginep sendiri.   "Lo mau mandi dulu?" tanya Hazel pada Hansel yang masih berdiri dideket pintu kosan.   "Lo aja dulu, Zel."   "Males mandi ah, badan gua masih wangi."   "Kalo gitu gua juga males."   "Tapi badan elo bau azab Sel."   "Ngaca Zel, ngaca."   Setelah berdebat berujung suit, karena kalah Hazel harus nyerah dan mandi duluan. Enggak lama mandinya. Hazel juga langsung memakai baju di kamar mandi.   Toh dari dulu kebiasaan Hazel emang gitu. Karena punya kakak laki-laki, Hazel jadi membiasakan diri untuk memakai baju di kamar mandi. Buat jaga-jaga.   Setelah Hazel selesai mandi, Hansel yang kini mandi. Namun Hansel berbeda dengan Hazel, dia memilih memakai kaosnya diluar kamar mandi. Berusaha menunjukan otot lengan dan perutnya pada Hazel.   "Kenapa ga pake baju?" Hazel yang beru selesai merapihkan kasurnya bertanya bingung. Heran aja kenapa Hansel malah shirtless.   "Gerah," Hansel beralasan. "kenapa emang?"   Hazel menggelengkan kepalanya, "Enggak." Sebenarnya jujur saja, Hansel terlihat sangat menggairahkan. Apalagi roti di perut Hansel udah mateng semua. Ditambah kini rambut Hansel sedikit basah. He is so f*****g hot. Ah sial.   HANSEL MAU HAZEL KEJANG-KEJANG APA GIMANA COBA?!   "Zel, keringin rambut gua dong," pinta Hansel sembari melemparkan handuk pada Hazel. Lelaki itu tersenyum lebar lalu duduk disamping Hazel.   Hazel menghela napasnya, berusaha bersiap biasa saja padahal sih pengap. Sebenernya pas SMA dulu Hazel sering banget liat Hansel shirtless, malah udah jadi makanan sehari-hari malah. Hansel emang gampang kegerahan, kalo abis latihan Taekwondo atau basket dia pasti ngelepasin bajunya.   Tapi dulu badan Hansel kerempeng, ga bikin berfikiran kotor, belum hot kaya sekarang.   "Sini," Hansel menundukan kepalanya dan Hazel mengeringkan rambut Hansel. Keadaan Hening karena Hazel fokus ngeringin rambutnya Hansel dan Hansel sibuk ngeliat wajah seriusnya Hazel. "Cantik."   "Apa?"   Oh sial, Hansel tidak menyangka celetukannya dapat didengar Hazel. Gadis itu kini menatapnya dengan sejuta tanda tanya. "Apa yang cantik? Gua?"   "Pede," padahal emang iya. Cuman Hansel enggak mau Hazel kesenengan aja. "lukisan didinding elo, cantik."   "Dikirain gua."   'Ya emang elo sih.' Pengecut emang, Hansel cuman bisa bilang itu di dalam hati.   "Udahh Sel," ucap Hazel lalu melemparkan handuknya ke kursi, untung aja ga jatoh ke lantai. "pake bajunya tolol."   "Males ih," balas Hansel sembari memanyunkan bibirnya.   "Ntar lo masuk angin coba, besoknya gua musti ngerokin elo, kan ogah."   "Ga akan. Kemarin di Gilang gua tidur gini dan sekarang ga kenapa-kenapa kok."   "Yaudah deh, serah." Semoga malam ini enggak terjadi apa-apa antara Hazel dan Hansel.   "Ayo bobooo," Hansel lantas menarik tangan Hazel untuk berbaring disampingnya. "Azell, peyukk."   Hazel yang masih duduk membalas, "Idih najis."   "Atuh Zell."   Melihat Hansel mulai merajuk, Hazel lantas tertawa lalu mematikan lampu kamarnya—kamar Hazel enggak sepenuhnya gelap karena ada cahaya dari lampu tumblr berwarna biru yang dia nyalanyakan—setelah itu Hazel lantas berbaring dan memeluk tubuh Hansel dari samping.   Sebenarnya awkward sih, terakhir kali keduanya tidur bareng sambil pelukan gini pas kelas 12, itu pun pas Hansel badannya lebam-lebam karena kalah di pertandingan Taekwondo. Waktu itu Hazel meluk Hansel buat nenangin Hansel yang merasa bersalah karena kalah.   Tapi sekarang, dia memeluk Hansel begitu saja tanpa alasan apapun dan rasanya aneh. Mana lagi Hansel shirtless, cuman pake kolor ijo yang modelannya kek celana basket. Rasanya emang terlalu aneh sampe jantung Hazel berdetak lebih cepat dari biasanya.   Oh iya, Hazel juga baru sadar dari jarak sedeket ini Hansel sangat lah tampan. 'KEMANA AJA GUA SELAMA INI ANJIR?! APA DULU MATA GUA KELILIPAN BIJI DUREN SAMPE GA SADAR KALO HANSEL GANTENG?'   Hansel yang sadar ditatap terus sama Hazel lantas bertanya. "Kenapa lo ngeliatin gua terus?"   "Gua cuman heran, kok kuliah elo lebih cepet dari gua, Salsa dan Chaeryl sih. Iya sih elo lebih tua setaun dari gua yang kecepetan kuliah, tapi kok elo udah mulai skripsian?" kata Hazel. Alasan banget emang.   "Lah emang kenapa? Dulu juga pas gua tau lo aksel gua enggak heran."   "Da emang sistem SD doang dicepetin satu taun. Kan smp sama sma mah gua sama aja kek elo, 3 taun. Kalo kuliah kan beda. Kaga ngikutin sistem."   "Enggak beda sih, gua cuman ngambil lebih banyak sks aja dan ngusahain nilai gua diatas B+ sih. Lagian gua pengen cepet lulus dan kerja. Capek njir belajar mulu."   Hazel tertawa mendengarnya. Emang dari dulu Hazel dan Hansel enggak suka belajar sih, cuman sial aja ortu keduanya sering ngirimin mereka buat lomba. "Ga akan lanjut s2 emang?"   "Mau lah, cuman mau rehat sambil kerja dulu, kalo bisa sih nikah dulu," kata Hansel sembari menatap Hazel penuh arti.   "Emang ada pasangannya?"   Jleb, ah iya Hansel jomblo. Ya gimana ga jomblo, Hazelnya ga peka mulu. "Em enggak sih. Tapi gua yakin kalo gua sukses dia enggak akan nolak."   "Emang siapa orangnya?"   'Elo nyet,' batin Hansel emosi, tapi Hansel enggak mau ngejawab itu sekarang. Dia mau nembak Hazel pas udah dapat pekerjaan, sehingga merasa layak untuk Hazel dan kemungkinan Hazel nolak dia dikit. "Ya pokoknya ada deh. Btw elo mau tidur kapan Zel?"   "Sengantuknya sih. Elo?"   "Sama."   "Ngikutin aje lo njir."   "Ya emang gua belum ngantuk."   "Terus kenapa tadi ngajakin tidur dan minta gua meluk elu?" tanya Hazel.   "Biar ngantuk."   "Yeu."   Pada akhirnya mereka kembali mengobrolkan hal random sembari menunggu rasa kantuk datang. Namun Hazel tidur duluan, tepatnya ketiduran. Mungkin dia kelelahan seharian main sama Hansel.   Hansel mengusap pipi Hazel, posisi memang berhadapan sekarang, Hansel bahkan bisa merasakan deru napas Hazel yang halus karena keadaan sekitar sangat hening.   "Tunggu gua sukses ya Zel, gua janji bakal bikin elo bahagia," ucapnya lalu mengecup kening Hazel. "karena tujuan hidup gua selain ngebahagiain ortu ya ngebahagiain elo, semoga aja gua enggak terlambat. Ya semoga."   ..   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN