Selama beberapa detik, hidup Geya seakan-akan seperti putaran film dalam mode slow motion. Decitan pintu kamar kos Lia terdengar begitu lama, dengan gerakan sangat lambat pintu itu kembali terbuka dan menampilkan Dharma yang berdiri di hadapannya dengan tegap. “Pulang,” ujar pria itu dengan tegas, tanpa menunggu balasan Geya tubuh tinggi itu langsung berbalik, berjalan dengan langkah besar menuju mobilnya yang terparkir di depan halaman kosan. Geya mencebik kesal. Setelah berpamitan dengan Lia yang bersembunyi di sudut kamar karena ketakutan, perempuan itu langsung buru-buru menyusul Dharma. “Siapa yang kasih tahu Mas kalau aku di sini?” tanya Geya begitu Dharma menjalankan mobil. Rasa kesalnya pada Dharma masih belum reda, dan kini pria itu kembali memperkeruh suasana dengan datang se

