[TSP] impresi

1190 Kata

Ruang pertemuan salah satu hotel bintang lima tampak penuh dengan para tamu undangan kala pintu lift terbuka. Dharma yang bersandar pada dinding lift menghela napas malas. Kenapa pula ayahnya mengharuskan Dharma datang di acara amal ini? “Ke sini, Dhar,” ucap Farhan, menunjuk ke salah satu pintu yang mengarah langsung ke bagian belakang panggung. Dharma melirik Farhan sengit. Tangan kanan ayahnya itu tampak begitu santai, seolah-olah mereka tidak terlibat adu jotos di parkiran beberapa menit yang lalu. Farhan sungguh menyebalkan. Dengan title Anjing Peliharaan Ahmad, pria itu berpikir bisa seenaknya masuk ke rumah Dharma, membangunkan sang empunya rumah yang sedang menikmati Minggu pagi dengan sedikit tambahan waktu tidur. “Bangun. Bukankah Anda sudah dapat undangannya?” Dharma masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN