[TSP] paksaan

1286 Kata

Dharma berdecak kesal, menyeka keringat yang membasahi pelipisnya dengan ujung kemeja batik yang ia kenakan. Lima belas menit berlalu. Dharma masih sibuk mengitari sekeliling hotel, berusaha menemukan sang Ibu yang tiba-tiba saja menghilang. Dengan mata memicing, Dharma menatap mobil Mercy hitam dengan plat nomor yang begitu dikenalnya lewat, membelah jalan raya dengan cepat. Dharma mendengus kesal. Lihatlah betapa bejatnya manusia yang tadi dipuja seisi ruangan itu! Disaat istrinya menghilang, Ahmad malah dengan santai meninggalkannya begitu saja tanpa usaha untuk mencari keberadaanya. “Dia bukan anak kecil, Dharma. Nanti juga pulang sendiri,” sahut Ahmad santai saat Dharma meminta beberapa ajudan pria itu untuk mencari keberadaan Rosnida. Apa dia pikir Dharma bodoh? Tentu saja dia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN