“Cari tempat yang lain aja, Yo!” teriak Dharma, mengusir Aryo secara terang-terangan. “Mas, ko—” “Aryo udah tahu,” potong Dharma. “Hah?” Kening Geya berkerut bingung. “Udah tahu gi—APA?!” Sedikit lagi, sedikit lagi bola mata Geya akan keluar saking terkejutnya mendengar pengakuan dari Dharma. Beberapa detik berselang, Geya menggelengkan kepalanya cepat. Tidak mungkin …. “Maksudnya bukan i—” “Aryo udah tahu kalau mau istri saya.” Habis sudah. Jantung Geya rasanya sempat berhenti sekian detik saat Dharma mendengar pengakuan Dharma yang diungkapkan pria itu dengan santai. Jadi selama ini Aryo …. “Kenapa muka kamu mendadak pucat begitu?” Dharma menepuk pipi Geya beberapa kali, berusaha menyadarkannya dari lamunan. “K-kok dia bisa tahu, sih?” Geya bertanya dengan lirih. Mendadak, selur

