Tangerang, lima tahun yang lalu... Arvi berjalan ke sana kemari dengan tangan kanan memijit pelipis, dia terus saja berpikir. Di ujung sana dia dapat melihat jelas bagaimana Alexa terus merintih kesakitan. Dirinya menggeram marah, tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Sungguh melihat seseorang yang kita sayangi merasakan sakit luar biasa seperti itu sungguh menyiksa, apalagi kita tidak bisa berbuat apapun. “Lex, kamu yang sabar ya. Kamu harus kuat,” Arvi terus menguatkan Alexa, padahal kita semua tahu bahwa dialah yang harus ditenangkan saat ini. “Udah Vi, kamu jangan panik gitu,” Alexa tersenyum menahan perih. “Aku nggak tahan lihat kamu kesakitan kayak gini, mending aku aja yang diposisi kamu,” keluh Arvi terduduk lemas. “Kamu itu, anak baru gede saja jago banget ngegombal,” sun

