Gadis itu masih merenungkan perkataan Richard, walaupun sudah beberapa hari yang lalu tapi dirinya tetap ragu. Kuatkah dirinya jika harus mendengar langsung dari Arvi? Atau kenyataan bahwa pria itulah yang membunuh Alexa? Tidak-tidak! Walaupun Arvi sangat menyebalkan dia tidak akan tega melakukan semua itu. “Bun!” Ara menoleh menatap Achil yang menyantap makanannya. “Iya sayang?” “Masakan Bunda emang paling enak!” Bocah itu mengacungkan ibu jarinya. Ara hanya tersenyum, kembali lagi memikirkan bagaimana cara membongkar dalang kematian Alexa. Dia tahu, disini tersangka utamanya adalah Arvi. Karena dari kilasan yang sempat terlintas adalah Arvi yang menyuruh seseorang untuk membunuhnya. Tapi apakah benar? Karena dia hanya melihat tidak mendengar apapun dari kejadian itu. Kita juga tahu b

