Alexa sudah pergi beberapa waktu lalu. Kini hanya tersisa malam dingin yang semakin gelap. Ara mencoba menutup matanya berkali-kali namun tetap saja sudah terlanjur bangun dan susah lagi untuk tidur. Jam dinding berdenting menunjukkan pukul dua pagi. Ara meraih handphonenya, kira-kira Arvi sudah tidur belum ya? Ara sudah berada di layar telepon, ragu untuk menekan tombol panggil. Takut akan mengganggu waktu tidur pria itu. Kembali Ara membuka aplikasi pesannya, bahkan pesan terakhirnya belum dibuka olehnya. Ara mendesah berat. Sebelum melempar gadgetnya kie ujung kasur, sebuah pangglan video dari Arvi datang. Senyumnya melebar. “Assalamualaikum.” Kalimat pertama yang diucapkannya. Ara tersenyum, “waalaikumsalam,” aduh, calon imamnya jadi makin ganteng kalau pakai peci begitu. Rupanya h
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


