Pagi-pagi sekali Arvi sudah mejeng di depan pagar rumah Ara. Kemarin kata Radit, biasanya adiknya akan berlari pagi keliling kompleks. Demi kelancaran proses penyembuhan rindunya yang semakin menggebu. Padahal baru kemarin proses lamarannya dilaksanakan tapi rasanya dia ingin segera mempercepat resepsi pernikahan. Arvi mengenakan pakaian olahraganya dengan topi hitam yang dia kenakan terbalik. Udara semakin dingin dan Ara tak kunjung keluar dari rumah, jangan-jangan Radit sengaja membohonginya? Tidak mungkin, semenyebalkan sosok itu dia tetap tidak mungkin membodohi Arvi. Lagipula ini Arvi lo, konglomerat! Masa bisa tertipu. Nyamuk berdatangan dan hinggap untuk menyedot darahnya. Tapi sepertinya seorang konglomerat, pun, tidak akan bersembunyi dibalik pagar bak pencuri. Mana sisi janta

