24. Remember This Day

1649 Kata

“Hari ini gerah banget gila! Jakarta makin panas!” Susan mengipasi wajahnya dengan tangan dan selembar kertas. Hiperbolis. Cuaca tidak sepanas itu, AC juga mengudara dengan sejuk. Namun seakan berlawanan dengan keadaan, Susan terus menibaskan tangannya. Pegel jug, sih. “Apa, sih, San? Lebay banget, sih? Ini, kan ada AC jangan kampaungan kenapa? “ Protes Ara. Maaf, ya. Memang terkadang sifat kampungan teman-temannya masih erat melekat. Susan tak menghiraukannya, masih setia mengipasi wajahnya. Sedangkan Bryan yang duduk di tengah keduanya hanya bisa diam, begini kalau jadi cowok sendiri. Berasa nggak punya temen. Bryan memutar matanya, pikirannya sedang tidak terlalu baik. Kejadian pagi tadi masih menyedot penuh perhatiannya. Bagaimana tidak, dengan gampangnya Davina mengatakan bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN