23. Ara Duplikat

1979 Kata

“Mbak kalau jam segini memang ramai ya?” Tanya Nike saat mereka sudah menghabiskan sepiring kue. “Enggak sih, biasanya kalau rame pas jam makan siang sama sore. Ini kebetulan aja rame.” Mereka duduk di samping jendela, spot favorit pengunjung disini. Sudah berapa menit ya? Mungkin hampir setengah jam mereka duduk, awalnya canggung, kaku. Entah siapa yang memulai hingga mereka bisa lebih rileks sekarang. “Mbak Ara kalau dari deket cantik banget, pantes aja pak Arvi sampai kayak gitu,” ujar Nike dan membuat Ara terkekeh. “Kayak gitu gimana?” Ara ingin tahu, apa pandangan mereka terhadap hubungannya dengan Arvi tentang sifat Arvi yang tidak diketahuinya. “Mbak kayak nggak tahu pak Arvi aja, kalau sama kita ya mbak boro-boro mau senyum, disapa aja kadang nggak digubris,” ucap Santi. Mome

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN