Lenyap segala kemarahannya kala melihat Alina meringkuk di sisi tempat tidur. Terlihat begitu polos dan murni, tidak kurang suatu apa pun, damai dalam nyenyak tidurnya. Alarick tak kuasa menahan desah kelegaannya mendapati Alina dalam keadaan baik-baik saja, tidur nyenyak dengan Hassan tidur memeluk lengannya. Pemandangan yang sangat indah. Kelak, ketika anaknya lahir, pemandangan seperti itu akan menjadi santapannya sehari-hari. Alarick ingin melihat anaknya memeluk erat lengannya sebagaimana yang dilakukan Hassan terhadap Alina. Membuainya, menceritakannya dongeng-dongeng sebelum tidur. Hal yang tidak pernah diterima Alarick di masa kecil. Demikianlah sikap yang semestinya. Alarick tidak boleh membebankan hal yang sama kepada anaknya. Jika Alarick tidak pernah mendapatkan kasih saya

