Tiada cinta tidak masalah, akan menjadi lebih baik menerima tanpa cinta dibanding berlarut-larut menyimpan perasaan benci, menyiksa dan menenggelamkannya dalam kesakitan. Meski belum sepenuhnya mampu melupakan segala perbuatan jahat Alarick padanya, tetapi setidaknya Alina sudah bersedia memberi kesempatan padanya untuk memperbaiki kesalahannya, hal itu membuat hatinya sedikit lebih tenang. Alarick telah menurunkan egonya yang setinggi langit, merendahkannya serendah mungkin untuk meminta maaf pada Alina. Kalimat sederhana yang ditunggu-tunggunya, tetapi juga berat untuk diucapkan. Kala ia berlutut, menggenggam tangan Alina dan menatapnya dengan sendu, Alina tahu pria itu tidak sedang bersandiwara untuk menjeratnya. Alarick tidak akan merendahkan egonya hanya untuksebuah tipu muslihat

