Kesabaran bukan merupakan sifatnya. Alarick tidak pernah bersabar untuk mendapatkan segala yang diinginkannya. Namun, dengan Alina segalanya menjadi berbeda. Mau tak mau ia harus bersabar menunggu penerimaan istrinya. Alarick telah berjanji akan mengubah sifat dan sikapnya, akan berusaha untuk lembut dan tidak lagi memaksakan kehendaknya. Kecewa dan frustasi sudah pasti mana kala Alina menolaknya, ia seorang pria dewasa yang memiliki kebutuhan. Namun, Alarick berusaha bersabar, mencoba memaklumi. Ia yang terlalu terburu-buru, sementara Alina masih belum sepenuhnya dapat menerimanya. “Tidak apa-apa,” hiburnya, lebih kepada diri sendiri. Ia tersenyum sembari mengusap kepala Alina. “Bukan salahmu, aku yang tidak sabaran dan justru menakutimu.” Janji dan kesungguhannya diuji. Untuk pria y

