Part 59

1354 Kata

Pertemuan yang menegangkan, terutama untuk Alina. Suasana tegang sudah langsung dapat dirasakan Alina, mana kala Mbah Sena muncul di depan pintu rumah Erick bersama Daniel dan Pramudya. Tajam dan dingin auranya tak sedikit pun menampakkan sosok pria tua baik hati dan perhatian yang dikenal Alina. Dalam ekspresi seperti itu, Mbah Sena terasa asing, ia begitu berkuasa dan terkesan sangat jauh, susah dijangkau Alina sekedar untuk menjabat tangan dan menciumnya seperti yang kerap ia lakukan kepadanya. Terengah, Alina merasakan perutnya kram dilanda tegang. Nyeri sekali. Belakangan, ia tertekan, sekarang pun masih banyak sekali ketegangan yang melandanya. Selesai dengan Alarick, giliran ketegangan pria itu dengan Mbah Sena. Alina khawatir, hal tersebut akan berimbas pada kandungannya. Ala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN