Puas, seharusnya itu yang dirasakannya. Keinginan terbesarnya untuk menuntut balas benar-benar telah terlaksana. Tak hanya menyiksa dan menyakitinya, tetapi Alarick juga melakukan hal yang sama yang dilakukan Bimasena Dhanurendra terhadap ibunya. Pria tua itu mengusir kala ibunya datang dalam keadaan hamil, menuntut pertanggungjawaban. Tidak lain dan tidak bukan sebab ia tekah memiliki tambatan hati lain. Bajingan tua yang gemar mempermainkan hati perempuan, mengencaninya, lantas meninggalkan kala merasa telah menemukan perempuan lain yang menarik perhatiannya. Tidak peduli jika perbuatannya tersebut membuat seorang perempuan muda harus menderita berjuang seorang diri mengandung, melahirkan, dan membesarkan seorang putra. Betapa puas hatinya melihat pias wajah Alina yang seputih kerta

