“Tampangmu memang seperti kriminal.” Erick terbahak, sama sekali tidak bersimpati dengan nasib Alarick. Sejak menikah dengan Amira, pria itu telah menjadi manusia yang sesungguhnya, bukan lagi robot ciptaan Dhanurendra. Erick sudah bisa tertsenyum, bahkan tertawa ngakak menertawakan nasib buruk adiknya. Mendengus, Alarick memilih untuk bangkit dan meninggalkannya. Kakinya terasa sakit, belum sembuh dari patah tulang sudah mendapat kembali hajaran dari warga sok tahu yang main hakim sendiri. Benar-benar memalukan, ingin sekali Alarick mengasuskan mereka, menjebloskannya ke dalam penjara setelah menghajarnya, menuduhnya penjahat, dan mempermalukannya dengan mengarak ke kantor balai desa. Tidak ada yang mau percaya penjelasannya. Semua orang menganggapnya penjahat sebab penampilannya yan

