Sepertinya sudah mulai banyak yang memihak kepada Alarick, termasuk Ibu dan Erick. Mungkin hanya Amira satu-satunya yang masih berada di pihaknya, benar-benar tidak rela Alarick ada di sana, bersama mereka. Keesokan paginya, Alina menemukan jawaban bagaimana cara Alarick tiba-tiba sampai di kamarnya dan tidur di sisinya. Pria itu datang bersama Amira dan Alarick kala ia telah terbang ke alam mimpi. Hanya dalam hitungan hari, Amira akan segera melahirkan. Ia datang untuk menjemput Ibu, meminta perempuan itu untuk menemani detik-detik persalinannya. “Emang, sih, suami itu juga sangat berguna untuk dijambak-jambak, dicakar-cakar kalau aku lagi kesakitan nanti, tapi tetep saja kehadiran Ibu akan menjadi kekuatan tersendiri. Aku lebih memilih didampingi Ibu daripada Erick,” ungkapnya. Pagi

