“Sebajingan-bajingannya aku, tidak pernah punya keinginan untuk mempermainkan pernikahan,” desis Erick gemas. “Aku tidak pernah berpikir menceraikan Alin!” “Ya, tapi tujuanmu menikahinya hanya untuk mengikat agar kamu bisa membalas Ayah!” bantah Erick. “Berbulan-bulan aku mencarinya ke sana-kemari untuk memperbaiki kesalahanku! Aku ingin kembali padanya, mengulang segalanya dari awal.” “Dulu, Elang ngaku masih bujangan ketika sudah menikah dengan Fatiha, alih-alih mengakui sebagai istri, dia justru mengakui Fatiha sebagai calon adik ipar. Sekarang, Alarick mengusir istrinya.” Ulil berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepala tidak habis pikir. “Bisa bahaya kalau diterus-teruskan. Berapa kali kamu melakukannya, Alarick?” “Demi Tuhan, hanya sekali, setelah itu aku merasa sangat menyes

