Kapan terakhir kali Alina merasakan momen seperti ini? Tujuh, delapan, atau mungkin sepuluh tahu yang lalu? Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali sebelum ayahnya sakit-sakitan dan meninggal dunia. Ayah dan Ibu mengajaknya ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja. Alina ingat sekali, kala ia mendapat ranking 1 waktu kelas 2 SMA, Ayah membebaskannya memilih peralatan sekolah yang dibutuhkannya sebagai hadiah atas prestasinya. Tersenyum, Ayah dan Ibu saling bergandengan tangan, membiarkan Alina memilih tas, sepatu, hingga semua peralatan tulis. Itu adalah kebahagiaan terakhir yang dirasakannya bersama kedua orang tua. Setelah itu, Ayah jatuh sakit, tidak bisa lagi mengajak Alina ke mana-mana. Setiap hari hanya terbaring di ranjang hingga akhir hayatnya. “Jangan melamun,” tegur Dani

